Sempat Tembus Rp 150 Ribu saat Lebaran
BATU - Harga komoditas pangan mulai mengalami penurunan pascamomen Lebaran.
Salah satunya dialami komoditas yang harganya paling fluktuatif yakni cabai rawit.
Pada akhir bulan Maret lalu, harganya sempat meroket hingga Rp 150 ribu per kilogram.
Namun, kini harganya sudah turun menjadi Rp 80 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang cabai rawit di Pasar Induk Among Tani Batu, Zaenab mengatakan, harga cabai rawit terus naik turun sejak memasuki bulan Ramadan.
Misalnya pada minggu ketiga menjelang Lebaran harganya menyentuh Rp 100 ribu per kilogram.
Kemudian naik menjadi Rp 120-150 ribu per kilogram beberapai sebelum Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
“Hari ini (kemarin) sudah turun. Tinggal Rp 80 ribu per kilogram,” jelasnya.
Dia mengaku harga cabai rawit di tingkat tengkulak berada di angka Rp 70-75 ribu.
Sehingga, dia hanya mengambil untung Rp 5 ribu saja per kilogram.
Zaenab menilai harga cabai rawit yang fluktuatif membuat masyarakat enggan membeli dalam jumlah banyak.
Mereka cenderung membeli sesuai kebutuhan.
Seperti satu ons saja bahkan lebih sedikit dari itu yakni Rp 5-10 ribu saja.
Meski sudah turun, dia menyebut harga tersebut masih belum normal.
Biasanya harga cabai bisa lebih murah lagi.
“Saat panen raya bisa turun menjadi Rp 20-30 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Sementara, saat stoknya terbatas bisa menjadi Rp 30 40 ribu per kilogram.
Hal serupa juga diakui salah seorang pedagang lainnya bernama Misnah.
Dia mengaku saat ini menjual cabai rawit dengan harga Rp 80 ribu per kilogram.
Harga tersebut dinilai masih cukup mahal.
Idealnya, harga cabai hanya berkisar Rp 35 ribu per kilogram.
“Mungkin karena banyak permintaan saat Lebaran akhirnya harganya naik beberapa waktu lalu,” katanya.
Misnah menambahkan penurunan juga terjadi pada jenis cabai lain.
Seperti cabai keriting yang semula dibanderol Rp 50 ribu kini menjadi Rp 40 ribu per kilogram.
Kemudian, cabai merah besar yang sebelumnya Rp 55 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho