BATU - Program seribu sarjana dipastikan terealisasi tahun ini.
Namun, kuotanya masih belum bisa penuh sesuai namanya.
Dalam uji coba perdananya, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu akan membuka 50 kuota.
Itu menyesuaikan dengan anggaran yang saat ini tersedia melalui forum corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp 400 juta.
Baca Juga: Sekolah di Kota Batu Berharap Program Seribu Sarjana Jangkau Semua Jurusan
Wali Kota Batu Nurochman menegaskan seribu bukanlah kuota.
Namun, hanya konotasi terhadap makna sebanyak-banyaknya.
Namun, dia yakin program tersebut selaras dengan semangat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Batu.
Meski begitu, dia mengakui dana yang sudah terkumpul masih jauh dari target.
Baca Juga: Program Seribu Sarjana di Kota Batu Dapat Kucuran Dana Rp 400 Juta
Pasalnya, kebutuhan uang kuliah tunggal (UKT) ditaksir mencapai Rp 4-5 juta per semester.
Artinya, setiap anak membutuhkan beasiswa sebesar Rp 8-10 juta per tahun.
Jika harus menyasar 1.000 lulusan SMA/SMK/MA, maka kebutuhan anggarannya mencapai Rp 8-10 miliar per tahun.
“Kai akan terus mendorong partisipasi perusahaan lainnya,” ujarnya.
Uji coba beasiswa 1.000 sarjana kepada 50 lulusan nanti sekaligus untuk melihat potensi kendala di lapangan.
Cak Nur, sapaan akrabnya, sebenarnya Pemkot Batu sudah punya beasiswa serupa sebelumnya.
Namun, nilainya lebih kecil yakni Rp 4-5 juta per tahun.
Baca Juga: Pemkot Batu Mulai Petakan Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat
Dia menilai nominal tersebut tidak cukup mengkover pembiayaan kuliah.
Untuk itu, program seribu sarjana sekaligus untuk penyempurnaannya.
Pria asal Desa Sumberejo itu menjelaskan penerima beasiswa akan di pilih dari siswa berprestasi baik akademik maupun nonakademik dan berasal dari keluarga prasejahtera.
“Jurusan yang dipilih harus link and match dengan dunia industri dan kebutuhan SDM di Kota Batu,” lanjutnya.
Baca Juga: Sekolah Negeri di Batu Masih Kekurangan 63 Guru
Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Dewi Kartika mengatakan realisasi program seribu sarjana bukanlah hal mudah.
Namun, instrumen penerimaan beasiswanya sudah dirumuskan.
Meliputi syarat penerima dan ketentuan teknis.
“Dananya memang besar, tapi itu masih sangat memungkinkan,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho