BUMIAJI - Warga Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji mengajukan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di saluran curah yang melintasi permukiman RT 5/RW 6.
Pasalnya, saluran curah itu hanya memiliki jarak empat meter saja dengan rumah warga.
Sehingga dinilai sangat rawan longsor.
Kepala Desa Sumbergondo Hadi Purwanto mengatakan kedalaman curah di sana beragam.
Mulai dari satu sampai tiga meter.
Sementara, lebarnya sekitar dua meter.
Lokasi tersebut juga digunakan sebagai jalur air.
Sehingga, potensi kikisan tanah di tepi aliran sisi kiri dan kanan sangat tinggi.
“Sebelumnya juga sudah pernah disurvei. Hasilnya, memang perlu pembangunan,” ujarnya.
Penanganan pembangunan tersebut memerlukan biaya cukup besar.
Yakni sekitar Rp 750 juta.
Kebutuhan anggran itu dinilai cukup besar.
Sehingga, pembangunannya diarahkan ke dinas terkait.
“Kalau lewat anggaran desa akan dilakukan secara bertahap,” tandasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Batu Khamim Tohari menilai keberadaan TPT memang sangat dibutuhkan.
Mengingat lokasinya berdekatan dengan rumah warga.
Pihaknya juga sudah menerima laporan bila tepian curah sudah mulai terkikis.
“Jangan sampai menunggu kejadian longsor baru mulai dibangun,” kata Khamim.
Pihaknya berkomitmen mengawal usulan tersebut agar segera terealisasi tahun ini juga.
Sesegera mungkin. (iza/dre)
Editor : A. Nugroho