BATU - Operasi Ketupat Semeru akan dimulai 23 Maret mendatang.
Polres Batu bakal melibatkan 869 personel gabungan untuk mengamankan momen mudik dan Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah.
Operasi tersebut berlangsung hingga 17 hari ke depan.
Sebanyak 869 personel itu terdiri atas 225 anggota Polri, 28 anggota Kodim 0818, 42 anggota Satpol PP, 28 anggota Dinas Perhubungan (Dishub), 12 tenaga keseha tan (nakes) dari Dinas Kesehatan (Dinkes), serta 28 anggota Pramuka, Banser, dan Pemuda Pancasila.
Polres menyiapkan satu pos terpadu, enam pos pengamanan, dan lima pos pantau.
Pos terpadu berada di Batu Town Square (Batos).
Sementara, pos pengamanan berada di Jalan Ir Soekarno, Desa Pesanggrahan, Desa Pandanrejo, Jalur Pujon, Ngantang, dan Kasembon.
Sedangkan, pos pantau ada di simpang empat Arhanud, Jatim Park 3, simpang tiga taman makam pahlawan, simpang tiga Bendo, dan exit Songgority.
Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata menegaskan operasi itu bertujuan memastikan kelancaran arus mudik dan balik.
Sehingga, risiko kemacetan dan kecelakaan lalu lintas bisa ditekan.
“Kami akan menjaga keamanan aktivitas ibadah dan pariwisata di Kota Batu selama musim libur Lebaran berlangsung,” ungkapnya.
Andi menyampaikan upaya menekan potensi kemacetan juga dilakukan dengan uji publik shuttle bus.
Dengan begitu, kepadatan lalu lintas akibat tinggi mobilitas wisatawan dari satu objek wisata ke tempat lainnya bisa diminimalisasi.
Pos pantau akan memonitor langsung kondisi lalu lintas di lapangan.
Apabila terjadi kemacetan, personel yang bertugas akan segera mengambil tindakan.
Misalnya dengan melakukan rekayasa lalu lintas.
Selain itu, Andi mengaku akan kembali melakukan peman tauan harga kebutuhan pokok penting (bapokting) menjelang Idul Fitri.
Sejauh ini, ia memastikan ketersediaan 11 bapokting di Kota Batu dalam kondisi aman. (iza/dre)
Editor : A. Nugroho