Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Sekolah Negeri di Batu Masih Kekurangan 63 Guru

Fajar Andre Setiawan • Sabtu, 15 Maret 2025 | 19:45 WIB
BUTUH TAMBAHAN: Beberapa guru sedang merayakan momen Hari Guru Nasional (HGN) di The Singhasari Hotel and Resort beberapa waktu lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
BUTUH TAMBAHAN: Beberapa guru sedang merayakan momen Hari Guru Nasional (HGN) di The Singhasari Hotel and Resort beberapa waktu lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

Banyak Pendidik yang Terpaksa Dapat Beban Ganda

BATU - Jumlah guru di sekolah negeri Kota Batu masih belum ideal.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu mencatat jumlahnya masih kurang 63 guru.

Terdiri atas 16 guru untuk jenjang SD dan 47 guru untuk jenjang SMP.

Kepala Disdik Kota Batu M. Chori mengatakan kebutuhan paling banyak adalah guru mata pelajaran (mapel).

Grafis jumlah, penyebab, dan tindak lanjut kekurangan guru di Kota Batu.
Grafis jumlah, penyebab, dan tindak lanjut kekurangan guru di Kota Batu.

Misalnya guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dan Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk jenjang SD.

Sementara, untuk jenjang SMP kebutuhan guru mapel semakin beragam.

Mengingat setiap mapel diajarkan oleh satu guru.

Berbeda dengan mapel SD yang nyaris semua diajarkan guru kelas.

Chori menyebut kekurangan guru tersebut tak bisa dipenuhi dalam waktu dekat.

Sebab, pengangkatan guru baru di sekolah negeri hanya bisa mengandalkan jalur seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) saja.

Itu setelah pemerintah melarang pengangkatan tenaga honorer.

“Apalagi tahun ini tidak ada formasi guru yang di buka dalam seleksi CPNS dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu,” ujarnya.

Dampaknya adalah pemberian tugas ganda kepada sejumlah guru yang dianggap cakap dan mumpuni.

Ke depan, jumlah guru yang akan menanggung beban kerja lebih dipastikan terus meningkat.

Mengingat puluhan bahkan ratusan guru purnatugas alias pensiun setiap tahun.

Sementara, kekurangan masih belum bisa ditambal.

Setidaknya dalam kurun tahun ini.

Berbeda dengan sekolah swasta.

Mereka cenderung punya kebebasan mengangkat dan memberhentikan guru.

Maka wajar jika jumlah guru di sekolah swasta lebih ideal.

 Sebab, di sana masih boleh mempekerjakan Guru Tidak Tetap (GTT).

Sementara itu, Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Batu Lendy Herdipuma mengatakan pengusulan formasi guru di sekolah negeri terbentur beberapa persoalan.

Salah satunya lantaran keberadaan GTT dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang masuk dalam data pokok pendidikan (dapodik).

Seharusnya mereka tidak masuk dalam sistem tersebut.

 Sehingga, kekurangan guru bisa terbaca by system.

“Pengusulan formasi PPPK kami berbasis data lapangan. Namun, kalau dilihat dari sistem kekurangan tersebut tidak tampak,” kata Lendy.

Untuk itu, dia meminta sekolah aktif melapor saat ada guru yang akan segera pensiun.

Sehingga, kekosongan formasi bisa diusulkan untuk seleksi CPNS dan PPPK periode selanjutnya.

“Beberapa GTT dan PTT juga ada yang lolos dalam seleksi PPPK tahun ini sebagai tenaga teknis. Sehingga, semakin banyak formasi guru yang kosong,” tandasnya. (ori/dre)

Editor : Aditya Novrian
#cpns #kekurangan #guru #pemkot batu #pppk #sekolah negeri #disdik