Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

UPT Pasar Induk Among Tani Batu Ajukan 3 Poin Perbaikan

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 4 Maret 2025 | 18:25 WIB
SEGERA DIPERBAIKI: Salah seorang petugas kebersihan sedang mengepel zona 7 pasca hujan kemarin (3/3). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
SEGERA DIPERBAIKI: Salah seorang petugas kebersihan sedang mengepel zona 7 pasca hujan kemarin (3/3). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

Pemkot Bakal Lakukan Kajian secara Menyeluruh

BATU - Permasalahan Pasar Induk Among Tani Batu seolah tak ada habisnya.

Polemik penurunan omzet pedagang dan banyaknya kios tutup masih belum selesai.

Namun, kini sudah muncul masalah baru.

Yakni kerusakan sejumlah konstruksi bangunan.

Puncaknya ketika pasar induk mengalami beberapa kali kebocoran ekstrem saat turun hujan.

Yang paling parah terjadi pada 25 September 2024 dan 7 Februari lalu.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Induk Among Tani Batu Gadis Dewi Primandhasari mengatakan sudah mengajukan tiga poin perbaikan.

Di antaranya perbaikan kebocoran talang air, revitalisasi drainase, dan paving.

Menurutnya, perbaikan talang airlah yang paling urgen.

Mengingat dampaknya dirasakan semua zona.

Terutama zona 2, zona 3, zona 7, dan zona 8.

Yang paling parah yakni di zona 1 dan zona 9.

Sebab, talang air di sana berlubang cukup besar.

Sehingga mengakibatkan kebocoran cukup parah saat intensitas hujan tinggi.

“Termasuk kami usulkan perbaikan gorong-gorong di depan pasar,” ujarnya.

Gadis menilai daya tampungnya relatif minim.

Hanya mencapai 5 ton saja.

Sementara, produk si limbah di pasar induk lebih dari itu.

Sehingga, perlu untuk melakukan pelebaran untuk menambah kapasitasnya.

Selain itu, paving juga turut menjadi perhatian Gadis.

Itu lantaran sudah banyak paving yang rusak.

Sehingga menimbulkan gelombang.

Itu akan sangat terasa saat melintasinya dengan sepeda motor atau mobil.

“Sebelumnya kan tertara rapi dan rapat. Kini sudah banyak yang bergeser dari posisinya semula,” imbuhnya.

Dia menyebut itu juga tak lepas dari dampak hujan.

Pasir di bawahnya terkikis dan terbawa arus aliran air.

Perempuan asal Kabupaten Blitar itu mengaku sudah melayangkan surat permohonan perbaikan kepada Pemkot Batu.

Namun, belum ada tanggapan sampai saat ini.

“Kemungkinan sekalian menunggu perubahan anggaran keuangan (PAK),” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Batu Nurochman mengaku akan melakukan kajian ulang secara keseluruhan terkait kondisi pasar induk.

Sehingga, perbaikan bisa dilakukan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Meski nanti eksekusinya dilaku kan bertahap.

“Kami akan meminta Diskumperindag Kota Batu untuk meninjau secara menyeluruh,” ujarnya.

Hasil kajian nantinya akan digunakan untuk memetakan kebutuhan anggaran total untuk perbaikan.

Selanjutnya, akan dipetakan menurut urgensinya.

“Misalnya di zona 1 itu sering tampias ketika hujan, akan kami selesaikan lebih dulu. Misalnya dengan pemasangan atap atau kanopi untuk mencegah air hujan masuk ke kios,” pungkasnya. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#penurunan omzet #Pasar Induk Among Tani Kota Batu #kerusakan bangunan #kota batu #kebocoran