BATU – Batu Love Garden (Baloga) Kota Batu punya wahana baru yang menarik untuk dikunjungi, namanya Omah Atsiri. Ini merupakan tempat penyulingan minyak atsiri yang berasal dari daun-daun yang disuling menjadi minyak wangi atau aroma terapi yang alami. Sehingga tak heran ketika memasuki Omah Atsiri ini kita langsung disambut dengan aroma wangi yang segar dan alami.
Omah Atsiri secara resmi dibuka Rabu (05/02) oleh jajaran pimpinan Universitas Brawijaya (UB) dan Baloga serta dihadiri oleh Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin. Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. mengaku senang berkolaborasi dengan Baloga. Karena UB bisa punya aktivitas hilirisasi hasil riset yang dihasilkan oleh para dosen. Dengan kerja sama seperti ini, hasil riset tidak hanya selesai dimuat di jurnal tetapi juga bisa dinikmati oleh masyarakat. “Di UB masih banyak hasil penelitian, ada kopi juga mulai dari pembibitan hingga proses akhir,” ungkapnya.
Widodo berharap, ke depan tidak hanya Omah Atsiri saja yang bisa dikolaborasikan dengan stakeholder pelaku usaha, tetapi juga hasil penelitian yang lain. “Sehingga hasil penelitian itu bisa bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Owner Jatim Park Rio Imam Sendjojo mengatakan Jatim Park Group selalu berkomitmen untuk membikin wisata edukatif. Sehingga dia bangga dengan hadirnya Omah Atsiri yang bekerja sama dengan Universitas Brawijaya. “Hari ini terwujud Omah Atsiri, ke depan kami ingin bekerja sama dalam bidang yang lain,” harapnya.
Terpisah Direktur Baloga Isha Mei Wahyuni berharap ada value bagi wisatawan yang datang ke Baloga. Dengan adanya wahana Omah Atsiri ini Baloga akan berupaya menggandeng sekolah-sekolah untuk memanfaatkan wahana edukasi pembuatan minyak atsiri tersebut. “Jadi nanti anak-anak bisa mengetahui semua proses pembuatan minyak atsiri dari awal hingga jadi,” jelas dia.
Termasuk pihak Baloga juga siap menjual produknya secara langsung kepada para pengunjung. ”Jadi kolaborasi dengan UB ini sangat bagus untuk edukasi,” katanya
Sementara itu Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin dalam sambutannya sangat berharap Universitas Brawijaya dan Jatim Park Group bisa ikut mengembangkan perkebunan atsiri di sana untuk industri dan pariwisata. Bahkan dia menyiapkan lahan yang siap dihibahkan untuk UB. “Kami siap menghibahkan lahan 20 hektare untuk UB,” katanya.(lid)