BATU - Angin kencang yang melanda Kota Batu kemarin (30/1) menyebabkan pohon di delapan lokasi tumbang.
Beruntung tak ada korban dalam insiden tersebut.
Namun, kerugian materi tak bisa terhindarkan.
Pasalnya, ada sejumlah rumah yang rusak karena tertimpa pohon tumbang.
Bahkan, pohon tumbang di Kawasan Alun-Alun Kota Wisata Batu menyebabkan lima lapak pedagang kaki lima (PKL) di sana roboh dan mengalami kerusakan berat.
Ada pula mobil yang ringsek tertimpa pohon tumbang saat sedang melintas di jalan.
Proses evakuasi langsung dilakukan saat itu juga.
Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Agung Sedayu mengatakan delapan insiden pohon tumbang terjadi di Jalan Diponegoro, Jalan Kartini, Jalan Lesti, Jalan Kasan Kaisu, Jalan Agus Salim, Jalan Oro Oro Ombo, Jalan Abdul Gani Atas, dan Jalan Panglima Sudirman.
“Pohon tumbang di Jalan Diponegoro menimpa rumah eks Kadinkes Kota Batu Kartika Tri Wulandari,” ujarnya.
Ya, pohon petai berdiameter 50 centimeter dengan tinggi 12 meter itu tumbang dan menimpa bagian atap kamar tidur rumah milik Kartika.
Beruntung tak ada korban yang dilaporkan terluka akibat kejadian tersebut.
Yang lebih parah yakni yang terjadi di Jalan Kartini atau di kawasan Alun-Alun Kota Wisata Batu.
Pasalnya, pohon mahoni berdiameter 30 centimeter dengan tinggi 12 meter tumbang menimpa lima lapak PKL di sana.
Ukuran pohonnya memang relatif kecil.
Namun, banyaknya cabang membuat dampaknya cukup besar.
Salah seorang warga sekitar lokasi kejadian, Budi, 54, mengatakan pohon itu sebenarnya tampak sehat.
Alias tidak ada tanda-tanda lapuk atau sudah berumur.
Dia menilai itu lantaran saking kuatnya hembusan angin kencang yang terjadi sejak kemarin pagi.
“Akhirnya, pohon itu tumbang ke arah utara,” ujarnya.
Dia menyampaikan bila pohon menimpa lima lapak PKL di sana.
Mayoritas mengalami rusak berat.
Bahkan, beberapa lapak tampak hancur tak berbentuk lagi.
Beruntung sebagian barang dagangan mereka berhasil diamankan.
”Ada tiga lapak penjual aksesoris dan dua lapak penjual pentol yang terdampak,” pungkasnya. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana