BATU - Jalur alternatif Rajekwesi, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu butuh tambahan jalur penyelamat.
Itu setelah Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan kajian kebutuhan kebutuhan prasarana jalan sejak tahun lalu.
Kepala Dishub Kota Batu Hendry Suseno mengatakan saat ini sudah ada satu jalur penyelamat yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat.
Lokasinya di sisi kiri jalan kalau dari arah barat.
Sedangkan, dari hasil kajian sisi kanan jalan juga perlu dilengkapi jalur penyelamat.
“Kebutuhan tersebut berdasar kemiringan jalan yang ada di sana,” ungkapnya.
Lokasi jalur penyelamat di sisi kanan nantinya tidak berada di sebelah jalur penyelamatan di sisi kiri.
Melainkan berjarak beberapa meter ke arah barat.
Alias lokasinya berada lebih tinggi daripada yang sudah ada.
Itu akan memudahkan pengendara yang mengalami rem blong menyelamatkan diri jika lajur kiri sedang padat.
Selain itu, juga dibutuhkan area kecil atau rest area mini untuk berhenti sejenak.
Kendaraan yang remnya mulai panas serta kehilangan daya cengkram bisa memanfaatkan tempat tersebut.
“Lokasinya yang paling tepat di tikungan pertama dari arah timur,” imbuhnya.
Sebab, di tengah-tengah jalur itulah yang kerap menjadi lokasi kendaraan gagal menanjak.
Dia mengimbau agar pengguna jalan selalu memperhatikan rambu-rambu ketika melintasi jalur alternatif itu.
Seperti menggunakan gigi satu saat mulai turun.
Hal itu akan membantu menekan laju kendaraan.
Sehingga, rem tak bekerja terlalu keras.
Sementara, untuk pengendara yang tak pernah melintas di sana sebaiknya menggunakan jalur utama. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana