BATU - Pengunjung Car Free Day (CFD) Among Healthy tak perlu khawatir ribet membawa uang cash untuk belanja dan kulineran.
Pasalnya, sudah banyak pedagang yang menyediakan sistem pembayaran non-tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Jumlahnya mencapai 40 persen dari total pedagang yang ada.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu Aries Setiawan mengatakan terus mendorong semua pedagang menggunakan QRIS.
Melihat animo penggunanya terus bertambah dari waktu-waktu.
Apalagi nyaris semua anak-anak muda kini lebih terbiasa menggunakan transaksi non-tunai daripada cash.
Aries mengaku membuka layanan bantuan pendaftaran QRIS bagi pedagang di CFD.
Prosesnya juga cukup mudah.
Tinggal menyetorkan KTP saja.
Kemudian, dia akan menghubungi merchant dengan pihak bank.
“Prosesnya cepat, satu hari sudah selesai,” ucapnya.
Sayangnya, sejauh ini progresnya tergolong lambat.
Alasannya lantaran banyaknya pedagang sudah berusia lanjut.
Itu membuat mereka sulit memahami cara kerja pembayaran nontunai.
Aries tak kehilangan akal.
Sejumlah pelatihan kompetensi rutin digelar.
Termasuk untuk literasi keuangan digital.
Dengan begitu, dia berharap para pedagang bisa menguasai semua jenis transaksi.
Salah seorang pengunjung CFD Among Healthy Andini Rika mengaku lebih senang dengan sistem transaksi digital atau nontunai.
Itu membuatnya tak perlu repot membawa dompet ketika akan berkunjung ke CFD.
Apalagi sebelum kulineran, ia terbiasa berolahraga.
“Jadi lebih simpel aja karena cukup bawa hp saja,” ungkapnya.
Andini pernah punya pengalaman beberapa kali mengurungkan niat membeli jajanan di sana.
Tentu saja lantaran pembayaran tidak bisa menggunakan QRIS.
Dia berharap semua pedagang di CFD bisa menyediakan layanan transaksi menggunakan QRIS.
Sehingga, tidak ada lagi pengunjung yang terpaksa batal jajan hanya karena tidak membawa uang cash.
Sebagai informasi, jumlah merchant QRIS di Kota Batu masih sebanyak 6 persen saja.
Itu berdasarkan data Bank Indonesia (BI).
Jumlah tersebut setara dengan 41.935 merchant.
Dari jumlah tersebut Volume transaksinya mengalami peningkatan tahunan mencapai 319 persen sepanjang tahun. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana