Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Tiga Pelaku Usaha Katering di Kota Batu Terima Orderan Fiktif MBG

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 16 Januari 2025 | 20:00 WIB
(Freepik)
(Freepik)

Pemesan Minta Paket Makanan Dilengkapi Souvenir 

BATU - Orderan fiktif program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menyasar pelaku usaha katering di Kota Batu. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Batu sudah mendapatkan tiga laporan terkait modus penipuan tersebut. 

Orderan fiktif itu mengatasnamakan salah satu staf Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu. 

Beruntung, dari dua korban yang melapor, dua diantaranya tidak sampai mengalami kerugian. 

Kepala Diskominfo Kota Batu Onny Ardianto mengatakan satu pelaku usaha katering mengalami kerugian sebesar Rp 3 juta. 

Itu lantaran pesanannya sudah terlanjur diproses hingga 80 persen. 

Dia menjelaskan orderan fiktif itu masuk pada Minggu lalu (12/1) sekitar pukul 20.30. 

Oknum yang mengatasnamakan staf Diskominfo itu memesan makanan senilai Rp 45 ribu per kotak. 

Dengan menu fuyunghai, rendang daging, nasi, brokoli, bakmi, dan buah pisang. 

Total pesanannya sebanyak 85 kotak. 

Dengan total harga yang disepakati sebesar Rp 24 juta. 

“Sebab, dalam satu kotak makanan itu juga diminta agar dilengkapi souvenir. Sehingga, harganya akhirnya cukup fantastis,” bebernya. 

Sementara, untuk dua korban lainnya tidak sampai memproses orderan fiktif yang diminta. 

Sebab, pelaku usaha katering sempat mengkroscek identitas yang disampaikan pengorder. 

Sebab, oknum tersebut juga melampirkan Surat Perintah Kerja (SPK) palsu. 

Ternyata setelah dicek, nama yang ada dalam SPK itu tidak terdaftar pegawai di Diskominfo Kota Batu. 

Langkah serupa juga disarankan Onny bagi pelaku usaha katering lainnya. 

Dia meminta agar masyarakat tidak mudah percaya dengan modus penipuan tersebut. 

Apalagi saat ini kasusnya cukup marak. 

Seperti kasus di Kediri beberapa waktu lalu. 

“Ini sangat meresahkan, apa lagi pesanannya dalam jumlah banyak. Ditambah belum ada down payment (DP) yang diberikan,” jelasnya. 

Onny menambahkan agar masyarakat yang menjalankan bisnis katering lebih waspada. 

Dia menyebut selama ini pemesanan makanan di lingkungan Pemkot Batu selalu melalui sistem e-katalog yang terkoneksi dengan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). 

Itu artinya, orderan yang dilakukan melalui WhatsApp (WA) atau media sosial sejenisnya sudah bisa dipastikan tidak resmi alias penipuan. 

Lebih lanjut, Plh Kasi Humas Polres Batu Aiptu Dony menerangkan, jika pihaknya telah melakukan imbauan kepada masyarakat untuk mengantisipasi modus penipuan tersebut. 

Misalnya dengan meminta pemesan katering menunjukkan bukti resmi orderan melalui e-katalog. 

“Kalau ada kecurigaan, bisa langsung dilaporkan ke kami,” tegasnya. (ori/dre)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#diskominfo #orderan fiktif #katering #Makan Bergizi Gratis #kota batu #Mbg