Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Disdik Kota Batu Sebut Silpa Tinggi karena Banyak Efisiensi

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 15 Januari 2025 | 18:35 WIB
(Freepik)
(Freepik)

BATU - Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu cukup besar. 

Apalagi jika dibandingkan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain. 

Disdik menerima anggaran sebesar Rp 256,6 miliar dari APBD 2024 lalu. 

Namun, yang berhasil diserap hanya Rp 231,3 miliar. 

Itu artinya Silpanya mencapai Rp 25 miliar. 

Kepala Disdik Kota Batu M. Chori mengatakan persentase Silpa 2024 lalu lebih rendah daripada 2023 silam. 

Sebab, serapan belanja Disdik tahun ini mencapai 90 persen. 

Sementara pada 2023 lalu serapannya hanya 87 persen saja. 

Itu artinya ada penurunan Silpa dari 13 persen menjadi 10 persen saja. 

“Kenapa tampak besar? Karena anggaran yang diberikan saat perencanaan juga besar,” ujarnya. 

Padahal dalam realisasinya, Chori mengaku banyak melakukan efisiensi. 

Misalnya, rata-rata penawaran biaya pembangunan atau rehabilitasi sekolah hanya 80 persen dari harga perkiraan. 

Itu membuat ada efisiensi anggaran sebesar 20 persen. 

Contoh lain terkait tunjangan atau gaji yang diberikan kepada guru dan pegawai. 

Chori menyebut pemberian tunjangan atau gaji tidak selalu utuh. 

Sebab, itu dihitung berdasarkan banyak pertimbangan. 

Mulai kedisiplinan dalam presensi, ketepatan jam pulang, hingga optimaslisasi pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). 

“Tentu angka kehadiran itu akan memengaruhi besaran tunjangannya,” ungkapnya. 

Padahal dalam perencanaan terhitung 100 persen. 

Mau tidak mau sisa anggaran tersebut otomatis menjadi Silpa. 

Selain itu, beberapa program pelatihan kompetensi tahun 2024 masih belum berjalan maksimal. 

Alasannya adalah keterbatasan waktu. 

Chori mengaku perlu melakukan perencanaan ulang untuk merealisasikannya pada 2025 ini. 

Silpa 2024 diperparah dengan perubahan regulasi penyaluran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) di sekolah negeri. 

Sejak tahun lalu, Bosda tak boleh lagi disalurkan dalam bentuk fresh money

Melainkan disalurkan dalam bentuk barang. 

Tentu besaran anggaran yang terserap sangat bergantung harga satuan barang tersebut. (ori/dre)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#apbd #Silpa #dinas pendidikan #sisa lebih perhitungan anggaran #skpd #kota batu #disdik