Dewan Dorong Pemkot Batu Meminta Aset kepada Pemkab Malang
BATU - Kawasan Wisata Songgoriti tentu tak asing di telinga wisatawan.
Salah satu objek wisata itu merupakan salah satu ikon Kota Wisata Batu.
Lengkap dengan cagar budayanya.
Namun, kondisinya kini memprihatinkan.
Kunjungan wisata di sana terus menurun.
Alasannya relatif kompleks.
Mulai dari tak adanya inovasi hingga kepemilikan aset.
Salah seorang pedagang Pasar Songgoriti, Sutiana, 55, mengaku kondisi Kawasan Wisata Songgoriti sudah jauh berbeda.
Apalagi jika dibandingkan dengan kondisi tahun 1990-an.
Dulu Songgoriti jadi primadona wisatawan.
Bisa dibilang belum ke Kota Batu kalau belum ke Songgoriti.
“Dulu di sini (Kawasan Wisata Songgoriti) sangat ramai sekali,” ungkapnya.
Bahkan, Sutiana menyebut lorong-lorong pasar selalu dipenuhi wisatawan.
Sampai-sampai kalau mau ke toilet saja, pengunjung harus antre dan berdesak-desakan.
Itu lantaran Songgoriti menyediakan paket wisata yang lengkap.
Mulai wisata alam, budaya, dan sejarah.
Sebab, di sana terdapat candi, petirtaan, dan sumber air panas.
Sayangnya, kondisinya kini terbalik 190 derajat.
Menurutnya ada beberapa penyebab turunnya pamor Songgoriti.
Di antara nya tak adanya inovasi dari pemerintah yang berwenang.
Apalagi di tengah pertumbuhan destinasi wisata baru sekarang.
Baik destinasi wisata alam maupun buatan.
Tentu ketiadaan inovasi membuat Kawasan Wisata Songgoriti kalah saing dengan destinasi wisata lain yang mulai bermunculan.
Dampak lebih jauh yakni roda perekonomian masyarakat setempat menjadi macet.
Sepinya wisatawan membuat aktivitas jual beli di sana rendah.
Serta usaha penginapan vila juga turut terbengkalai.
Dia berharap pemerintah terketuk untuk melakukan revitalisasi Kawasan Wisata Songgoriti.
Apalagi melihat tren minat wisatawan yang gemar berkunjung ke tempat-tempat wisata alam, budaya, dan sejarah.
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Batu Sujono Djonet menyebut potensi Songgoriti masih besar.
Ia menampik tuduhan penyebab sepinya kunjungan wisata di sana lantaran keberadaan destinasi-destinasi wisata baru.
“Buktinya destinasi wisata yang cukup legenda di Kota Batu seperti Taman Rekreasi Selecta masih bisa bertahan,” ungkapnya.
Ia menegaskan inovasi dan upaya promosi dari pemerintah harus dilakukan secara masif.
Sayangnya, Djonet mengatakan jika aset Songgoriti masih berada ditangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.
Sehingga, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memiliki keterbatasan intervensi untuk melakukan pengembangan.
“Memang seharusnya segera ada serah terima dari Pemkab Malang kepada Pemkot Batu,” ujarnya.
Dengan begitu, dia yakin Songgoriti akan segera bersolek.
Apalagi saat ini masyarakat menanggung dampak ekonomi yang serius.
Pihaknya optimistis rencana tersebut bisa terealisasi.
Mengingat masyarakat Songgoriti cukup terbuka.
Sehingga, kerjasama dengan investor sangat mungkin dilakukan.
Selain itu, Djonet juga usul agar Kawasan Wisata Songgoriti dikembangkan sebagai tempat wisata kuliner malam hari. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana