Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pemkot Batu Petakan Titik Rawan Erupsi Arjuno-Welirang

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 26 Desember 2024 | 18:05 WIB
MASIH AKTIF: Pemandangan Gunung Arjuno saat dilihat dari Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu beberapa waktu lalu. RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU
MASIH AKTIF: Pemandangan Gunung Arjuno saat dilihat dari Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu beberapa waktu lalu. RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU

BUMIAJI - Mitigasi bencana alam tidak hanya terfokus terhadap banjir dan tanah longsor. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Batu juga mulai memetakan upaya mitigasi terkait potensi erupsi gunung berapi. 

Pasalnya, Gunung Arjuno-Welirang yang terletak di perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Malang itu masih aktif hingga saat ini. 

Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Agung Sedayu mengaku antisipasi sejak dini perlu dilakukan. 

Dia menyebut gunung tersebut bisa meletus sewaktu-waktu. 

Lokasi yang dekat dengan tentu saja akan membawa dampak bagi Kota Batu. 

“Bahkan bisa berdampak sampai pos pendakian dari Cangar yang jaraknya 8 kilometer dari puncak Gunung Arjuno,” terangnya. 

Beberapa upaya mitigasinya yakni mengoptimalkan dan mengintegrasikan pemanfaatan SDM, peralatan, dan anggaran dari semua instansi atau lembaga atas sistem komando tanggap darurat. 

Lebih lanjut, Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu Gatot Nugroho mengaku sudah menyusun rencana kontijensi dalam manajemen bencana erupsi Arjuno Werlirang. 

Menurut kajian risiko bencana nasional, Kota Batu memiliki tingkat kebahayaan pada level tinggi. 

“Khususnya pada wilayah Kecamatan Bumiaji,” ujarnya. 

Gatot menyebut, telah membagi titik kawasan rawan bencana (KRB) di sembilan desa dan kelurahan di Kecamatan Bumiaji. 

Untuk KRB yang memiliki risiko tinggi yakni di Desa Sumberbrantas. 

Kawasan tersebut akan berpotensi terkena awan panas, aliran lava, hingga lontaran batu pijar. 

Sementara dalam kategori sedang yakni Desa Sumbergondo. 

Potensi risikonya yakni hujan abu lebat, awan panas, dan aliran lava. 

Sementara, sisanya berada dalam kategori ringan. 

Seperti Desa Bumiaji, Bulukerto, Tulungrejo, dan Giripurno. 

Potensi risikonya yakni hujan abu. 

“Untuk yang tidak berisiko adalah Desa Pandanrejo, Gunungsari, dan Punten,” tandasnya. (ori/dre)

Editor : Aditya Novrian
#mitigasi #bencana alam #erupsi gunung berapi #kota batu #pemkot batu #BPBD #gunung arjuno-welirang