BATU - Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Batu mencapai 75,12.
Angka tersebut melampui target rata-rata nasional yakni sebesar 72,54.
Hal itu berdasarkan hasil penilaian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan.
Angka tersebut sekaligus membuat Kota Batu menempati peringkat tujuh secara nasional.
Kota Wisata Batu bersanding dengan Tidore Kepulauan, Sungai Penuh, Sabang, Palu, Sorong, Jayapura, Batu, Ternate, Subulussalam, dan Langsa dalam posisi 10 besar.
Indikator utama perhitungan IKLH adalah kualitas air sungai, kualitas air laut, kualitas udara, dan tutupan lahan atau vegetasi.
Rangkaian penilaian IKLH dimulai dari verifikasi data kualitas lingkungan yang dilaksanakan pada minggu keempat Juli hingga minggu pertama Agustus lalu.
Sedangkan, ekspose nilai IKLH sementara dilaksanakan pada 8-11 Agustus.
Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengaku bangga dengan capaian tersebut.
Ia mengaku semakin termotivasi untuk terus menjaga kualitas lingkungan hidup Kota Batu.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kelestarian alam.
Partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan dalam hal ini.
Misalnya, dengan rutin melakukan kegiatan
bersih-bersih lingkungan, pengelolaan sampah secara mandiri di tingkat keluarga, hingga penggunaan produk ramah lingkungan.
“Selain itu, capaian IKLH itu juga didukung realisasi tiga indikator utama,” ujarnya.
Yakni Indeks Kualitas Udara (IKU), Indeks Kualitas Lahan (IKL), dan Indeks Kualitas Air (IKA).
Aries mengaku sudah menyiapkan sejumlah program unggulan untuk terus meningkatkan capaian IKLH.
Salah satunya yakni restorasi ekosistem.
Seperti pembersihan sungai dan penghijauan di sekitar sumber mata air. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana