BATU - Sel pasif di tempat pembuangan akhir (TPA) Tlekung siap ditanami pohon tahun depan.
Pasalnya, lahan seluas 3.000 meter persegi itu sudah ditimbun tanah.
Penimbunan tanah tersebut sudah dilakukan sejak tahun lalu.
Bahkan, saat ini sudah dua kali pelapisan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berencana untuk menanami sejumlah pohon di lahan itu.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan tanah pelapis memiliki tebal sekitar 20 centimeter.
Meski begitu, dirinya berencana akan menambah satu lapisan tanah lagi setebal 20 centimeter.
Sehingga total tebal tanah nantinya 40 centimeter.
Berdasarkan pengamatan wartawan Jawa Pos Radar Batu, sel pasif yang telah ditimbun tanah tersebut sudah mulai ditumbuhi rumput.
Itu artinya, sel pasif tersebut sudah siap untuk ditanami.
”Triwulan pertama 2025 nanti kita akan mulai tanami. Seperti pohon pisang dan sejenisnya,” ujarnya.
Penamanan sejumlah pohon di sel pasif tersebut juga bertujuan untuk mentralisasi udara di sana.
Sebab, tumpukan sampah di sana tentu sangat mencemari udara yang ada.
Sehingga, tanaman-tanaman tersebut diharapkan bisa menambah suplai oksigen di sana.
Alfi mengaku belum ada rencana penambahan sel baru di TPA Tlekung.
Pasalnya, ia optimistis ke depan produksi sampah bisa di Kota Batu bisa ditekan.
Apalagi dia telah menginisiasi untuk pengolahan sampah yang lebih masif.
Seperti membuat produk turunan dari olahan sampah yang ada.
Misalnya, untuk membuat paving, ecoenzym, dan pupuk.
Kendati masih ada lahan seluas 3,5 hektare yang bisa dipakai membangun sel baru. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana