Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Bianglala Alun-Alun Kota Batu Tak Jadi Diganti Baru, Anggaran Peremajaan yang Diusulkan Hanya Rp 1 Miliar

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 13 November 2024 | 20:27 WIB
TAK BEROPERASI: Wahana bianglala Alun-Alun Kota Batu sudah lam atidak beroperasi.
TAK BEROPERASI: Wahana bianglala Alun-Alun Kota Batu sudah lam atidak beroperasi.

BATU - Rencana pengadaan ferris wheel atau bianglala di Alun-Alun Kota Wisata Batu tampaknya urung.

Pemerintah Kota (Pemkot) Batu lebih memilih untuk melakukan peremajaan saja.

Rencana itu bakal direalisasikan tahun depan di Kota Batu.

Sebab, anggarannya sudah diusulkan dalam R-APBD 2025 mendatang.

Total anggarannya yakni sebesar Rp 1 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Pembangunan, Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur dan Kewilayahan (P3SDAIK) Bappelitbangda Kota Batu Rizaldi ST MSc membenarkan hal itu.

Bianglala tidak akan dirombak total.

Hanya sekitar 50 persen saja dari elemen bianglala yang akan dilakukan penggantian baru.

“Kami sebutnya peremajaan untuk bianglala itu agar layak fungsi,” ujarnya.

Opsi peremajaan dipilih lantaran tidak semua elemen bianglala harus mengalami kerusakan.

Sehingga, penggantian hanya akan dilakukan untuk elemen-elemen yang rusak saja.

Selain itu, peremajaan juga dinilai tidak terlalu membutuhkan anggaran yang tinggi.

Hal itu juga mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah.

Seperti diberikan sebelumnya pengadaan bianglala baru ditaksir memerlukan anggaran mencapai Rp 9,7-13,5 miliar.

Saat itu ada dua opsi bianglala yang ditawarkan.

Yakni bianglala setinggi 49 meter dengan jumlah kabin sebanyak 28 buah dan bianglala setinggi 52 meter dengan jumlah kabin sebanyak 32 buah.

Lebih lanjut, revitalisasi Alun-Alun Kota Wisata Batu tidak hanya dilakukan dengan peremajaan bianglala saja.

Namun, juga penataan ulang taman yang ada di sana.

Dia menyebut penataan taman dianggarkan sebesar Rp 800 juta.

Usulan anggaran tersebut dipastikan sudah masuk dalam R-APBD 2025.

“Yang jelas belum tahu itu akan disetujui atau tidak. Intinya sudah kami usulkan,” tegasnya.

Kendati begitu, Rizaldi mengaku masih membuka opsi pendanaan lain di luar APBD.

Misalnya, dengan menggandeng investor.

Yang jelas ketok palu R-APBD 2025 nanti akan disesuaikan kemampuan fiskal, urgensi, dan program yang diprioritaskan.

Namun, dirinya optimistis usulan tersebut akan disetujui.

Sebab, anggaran yang diusulkan sangat logis alias masuk akal.

Apalagi bianglala menjadi salah satu ikon Kota Batu.

Sehingga, hal itu bisa menjadi alasan urgensinya.

“Bianglala juga menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar saat beroperasi dulu,” pungkasnya. (ori/dre)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#alun-alun kota batu #bianglala #Tak Jadi #Baru #diganti