BATU - Okupansi hotel bulan ini diprediksi akan mengalami kenaikan signifikan.
Pasalnya, Oktober ini bakal banyak event yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.
Itu bertepatan dengan HUT ke-23 Kota Batu.
Kendati begitu, hingga pertengahan bulan ini okupansi hotel masih belum menunjukkan peningkatan.
Ketua Himpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan okupansi hotel memasuki bulan Oktober tahun ini relatif stagnan.
Dia menilai itu lantaran belum memasuki peak season atau puncak musim liburan.
Sehingga angka kunjungan wisatawan ke Kota Batu relatif stabil.
“Apalagi ini memasuki musim Pilkada,” ujarnya.
Kendati begitu, Sujud memprediksi akan ada kenaikan okupansi hotel bertepatan dengan HUT ke-23 Kota Batu.
Sebab, banyaknya event yang digelar bakal mendorong kenaikan okupansi hotel.
Apalagi banyak pelaku usaha hotel yang memberikan potongan harga dalam rangka memeriahkan HUT tersebut.
“Sekarang okupansi hotel masih berkisar 30 persen saja saat weekday,” ungkapnya.
Sementara, saat weekend angkanya bisa meningkat hingga 80 persen.
Baik untuk hotel bintang lima maupun jenis penginapan yang lain.
Meski begitu, dia menilai kenaikan okupansi hotel tetap akan lebih tinggi saat akhir tahun nanti.
Sementara itu, Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menyebut Oktober ini sekaligus menjadi momen mendongkrak kunjungan wisata.
“Sebab, akan banyak event tingkat regional yang diselenggarakan Pemkot Batu,” ujar Aries.
Kunjungan wisatawan dari luar kota tentu saja akan berdampak pada okupansi hotel. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana