BATU - Ribuan orang memadati halaman Balai Kota Among Tani Batu Kamis malam lalu (17/10).
Mereka antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit dengan lakon Arjuna Wiwaha.
Lakon tersebut mengisahkan sebuah epik kepahlawanan ksatria arjuna dari pandawa lima.
Arjuno diceritakan tengah berjuang mendapat pusaka.
Pusaka itu akan ia digunakan untuk melawan kezaliman dalam Perang Baratayuda.
Pagelaran itu digelar dalam rangka peringatan HUT Ke-23 Kota Batu.
Tak hanya itu sejumlah hiburan lainnya sukses menghibur masyarakat Kota Batu dan wisatawan.
Mulai dari penampilan gumbingan, cangkrukan budaya, keroncong, panembromo, angklung, dan tari remo sapu jagat.
Ketua Panitia HUT Ke-23 Kota Batu Abdul Rais menyebut pagelaran wayang kulit merupakan acara ke 20 dari 30 rangkaian acara yang sudah dan akan digelar Pemkot Batu.
Pagelaran itu juga turut mengundang bintang tamu Cak Yudho Cs dan Lala Atila.
Cak Yudho Cs merupakan pelawak sekaligus seniman yang berasal dari Ngawi.
Namanya kian naik dikenal setelah kerap berkolaborasi dengan Cak Percil.
Sementara, Lala Atila merupakan sinden kondang.
Rais menyampaikan masih ada 10 kegiatan lagi yang akan digelar dalam rangka memperingati HUT Ke-23 Kota Batu.
Rangkaian acara tersebut akan digelar selama dua bulan ke depan.
Seperti event bulan inklusi keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), konser musik, trail KWB, hingga turnamen piala wali kota.
“Acara akan kami tutup dengan doa bersama pada bulan Desember nanti,” ungkap Rais.
Lebih lanjut, Rais mengatakan masyarakat yang menyaksikan pagelaran wayang kulit diberikan jamuan gratis.
Mereka bisa menyantap makanan yang ada di sekeliling venue hanya dengan menukarkan kupon saja.
“Ini merupakan pesta rakyat sehingga kami ingin menjamu masyarakat sebaik mungkin,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan pagelaran wayang kulit itu mengangkat sebuah lakon yang memiliki konektivitas dengan kearifan lokal Kota Batu.
“Misalnya lakon Arjuna yang sekaligus merupakan nama gunung di Kota Batu,” ujarnya.
Selain itu, dalang yang didatangkan adalah dalang ternama dari Surakarta yakni Ki Purbo Asmoro.
Arief menyebut jika banyak tokoh penting yang hadir dalam memeriahkan acara resepsi tersebut.
Seperti budayawan, seniman, hingga penggemar wayang kulit.
“Tentu ini akan mempengaruhi perkembangan Kota Batu di sektor pariwisata,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana