BATU - Pemandangan kios-kios tutup masih menghiasi Pasar Induk Among Tani Batu.
Khusus di zona kuliner saja, diperkirakan ada 50 persen kios yang mangkrak.
Zona kuliner memiliki 168 kios. Itu artinya yang aktif berjualan hanya sekitar 84 kios saja.
Mayoritas yang aktif berjualan merupakan pedagang legendaris yang telah memiliki pelanggan tetap.
Beberapa pedagang mengeluhkan sepinya pembeli.
Terutama pasca kembalinya pedagang dari pasar relokasi ke pasar induk.
Hal itu disampaikan Koordinator Zona Kuliner Dian Margono.
Dirinya mengatakan sebenarnya banyak pedagang yang aktif berjualan saat awal-awal operasional pasar induk. Setelah beberapa lama berjualan ternyata sepi.
Akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti. Itulah mengapa banyak kios yang akhirnya tutup.
Dian pun mengaku merasakan hal yang sama.
Bahkan beberapa pedagang sampai mengganti menu jualannya.
“Misalnya, dari yang semula bakso menjadi soto,” ujarnya. Tak semua pedagang yang tidak aktif beralasan serupa.
Ada pula pedagang yang memang sudah tak aktif sejak di pasar lama.
Sehingga, mereka harus memulai dari nol jika akan mengoperasikan kiosnya.
Terutama untuk menggaet pembeli dan pelanggan.
Lebih lanjut, Dian menyampaikan kondisi paling parah ada di zona 7.
Sebab, dari 37 kios hanya 9 kios saja yang aktif berjualan.
“Padahal di sana dekat kantor dan musala,” tuturnya.
Dian memiliki rencana untuk menyatukan para pedagang di zona tersebut dalam satu barisan kios.
Tujuannya agar zona kuliner terpusat dan tampak ramai.
Selain itu, untuk memudahkan pengunjung dalam memilih menu makanan yang diinginkan.
Dian menambahkan omzet triwulan ketiga kemarin cenderung turun.
Namun, itu sudah menjadi siklus tahunan. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana