BATU - Satlantas Polres Batu mencatat sebanyak 23 kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang terjadi sepanjang Agustus.
Dari total kejadian tersebut ada sebanyak 34 korban. Tiga di antaranya meninggal dunia.
Sementara, sisanya mengalami luka ringan.
Kerugiaan materi ditaksir mencapai puluhan juta.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Batu Ipda Hendri Setiawan mengatakan tiga korban tersebut tewas di lokasi kejadian.
Ada banyak faktor yang membuat fatalitas kecelakaan tinggi.
Mulai dari faktor internal hingga faktor eksternal.
Faktor internal berkaitan dengan kesadaran pengguna jalan dalam mematuhi peraturan lalu lintas.
Seperti menggunakan helm, mematuhi rambu lalu lintas, dan sebagainya.
Sementara, untuk faktor eksternal meliputi kondisi jalan berliku, menanjak, dan kurangnya penerangan jalan umum (PJU).
Hendri menyebut kejadian laka lantas paling banyak ada di Jalan Abdul Manan Wijaya, Kecamatan Pujon.
“Sepanjang Agustus ada enam kejadian laka lantas di sana (Jalan Abdul Manan Wijaya). Ada satu korban meninggal dunia,” ucapnya.
Hendri menyebut jalan tersebut sekaligus masuk dalam daftar titik blackspot.
Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan tingkat fatalitas laka lantas ditentukan dari seberapa korban disiplin dalam berlalu lintas.
Terutama dalam kesadaran menggunakan helm.
“Sebab, banyak korban yang sebenarnya jatuh tidak parah tapi meninggal dunia karena tidak menggunakan helm,” imbuhnya.
Hendri mengaku terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Di antaranya melalui radio dan banner peringatan yang dipasang di titik rawan laka lantas.
Sebab, masih banyak masyarakat yang enggan menggunakan helm dengan alasan jarak tempuh yang dekat. (aff/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana