ESDM Bangun Instalasi Energi Geothermal di Gunung Arjuno-Welirang yang Mencapai 160 Megawatt

Kholid Amrullah • Dipublikasikan Rabu, 7 Agustus 2024 | 16:00 WIB

 

ANTUSIAS: Para pendaki tertantang untuk menaklukkan Gunung Arjuno maupun Welirang.
ANTUSIAS: Para pendaki tertantang untuk menaklukkan Gunung Arjuno maupun Welirang.

BATU - Energi geothermal atau panas bumi merupakan salah satu alternatif yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Salah satu potensi energi geothermal yang akan dibangun adalah di Gunung Arjuno-Welirang yang memiliki potensi energi sebesar 180 megawatt. Tak hanya sebagai energi alternatif, sumur injeksi yang dibangun untuk membuat energi geothermal dapat mengurangi bahaya erupsi.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM M. Wafid mengatakan, salah satu tugas dari kementeriannya adalah melakukan mitigasi bencana geologi. Di Kota Batu dan Malang Raya dikelilingi oleh rangkaian gunung seperti Arjuno, Welirang, Semeru, dan Bromo serta Tengger. "Salah satu gunung berapi tipe A yang masih aktif adalah Welirang. Di mana pada 2023 terdapat api di puncak  Welirang yang dikarenakan aktivitas vulkanik," ungkapnya dalam  acara Sosialisasi Informasi Geologi di Graha Pancasila Balai Kota Batu, Selasa (6/8).

Hingga kini pihaknya masih terus memantau aktivitas Gunung Arjuno- Welirang di pos pemantau. Hanya menyimpan bahaya, Gunung Welirang juga menyimpan potensi energi. Tak hanya belerang tetapi juga energi geothermal. "Energi tersebut ditandai dengan potensi sumber air panas di beberapa titik Gunung Arjuno-Welirang yang memiliki potensi di 180 megawatt. Yang mana ditargetkan akan produksi di 2025," jelasnya

Sementara itu, akademisi Universitas Brawijaya Sukir Maryanto mengatakan, pemanfaatan energi geothermal di Indonesia hingga kini masih 10 persen. Pengembangannya sendiri mengalami kesenjangan dan akhirnya berhenti. Salah satu alasannya karena pengalihan dana saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. "Di Gunung Arjuno-Welirang potensi dilakukan pengukuran di 4 tempat yaitu, Padusan 1, Padusan 2, coban, dan Cangar. Dari didapat hasil potensi temperatur permukaan yang sesuai dengan SNI untuk energi geothermal," katanya pada acara Sosialisasi Informasi Geologi di Graha Pancasila Balai Kota Batu, Selasa (6/8).

Pembangunan energi geothermal di area Arjuno-Welirang juga bisa mengurangi bahaya erupsi. Menurut penelitian yang Sukir lakukan, sepanjang 2018 terdapat peningkatan aktivitas yang cukup signifikan di area gunung tersebut. Hal tersebut ditandai dengan aktivitas gempa yang semakin sering. "Saya juga mengambil gambar satelit untuk memeriksa panas bumi. Dari sana didapat peningkatan aktivitas vulkanik di Arjuno-Welirang," ucapnya.

Jika area gunung tersebut dijadikan pembangkit listrik maka hal tersebut bisa menjadi suatu proses mitigasi. Utamanya untuk mencegah agar gunung tidak meletus. "Hal ini dapat membuat sumur injeksi yang dibangun untuk membuat energi geothermal," ujarnya.

Di sisi lain, Asisten Pemerintah dan Kesra Kota Batu Setyo Irawan mengatakan, Kota Batu memiliki potensi pengembangan energi geothermal di Songgoriti dan Cangar. Selain potensi, Kota Batu juga memiliki bencana alam seperti gunung api. "Hal ini perlu menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat, utamanya dalam pengembangan wilayah yang mengutamakan risiko bencana dan pelestarian alam. Saya berharap dengan sosialisasi ini dapat berdampak positif untuk pengembangan daerah Kota Batu," pungkasnya. (sif/lid)

Editor : Kholid Amrullah
energi geothermal arjuno kota batu gunung welirang