Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Semarak, Bantengan Nuswantara Trance Festival 2024 Tampilkan 130 Paguyuban  

Kholid Amrullah • Senin, 5 Agustus 2024 | 00:20 WIB

 

ATRAKTIF: Pemain seni bantengan menampilkan atraksi menyemburkan api.
ATRAKTIF: Pemain seni bantengan menampilkan atraksi menyemburkan api.

BATU - Masyarakat Malang Raya tumpah ruah di ruas Jalan Gajah Mada dan Jalan Panglima Sudirman Kota Batu untuk menonton atraksi seni bantengan, Minggu (4/8). Mereka asyik menonton 130 paguyuban bantengan yang tampil dalam acara bertajuk Bantengan Nuswantara Trance.

Titik start untuk acara itu ada di Alun-Alun Kota Batu. Masyarakat sudah bergerombol sejak pagi untuk melihat festival tersebut. Suara pecutan cambuk mengiringi langkah kaki para pemain bantengan. Tak hanya pria dewasa, anak kecil dan perempuan pun turut serta mengayunkan cambuk. Di belakangnya terdapat bantengan yang berjalan tak tentu arah. Kadang para penonton dibuat terkejut dengan gerakan tiba-tiba dari sang banteng yang ingin menabrak mereka.

Di garis finish, tepatnya di depan Rumah Dinas Wali Kota Batu Jalan Panglima Sudirman, para pemain bantengan menunjukkan banyak atraksi. Mulai dari banteng mengamuk hingga semburan api dari para pemain. Sorak sorai dan tepuk tangan penonton menjadi penutup dari masing-masing atraksi kelompok bantengan.

RAMAI: Bantengan Nuswantara Trance Festival 2024 di Kota Batu dipadati pennton.
RAMAI: Bantengan Nuswantara Trance Festival 2024 di Kota Batu dipadati pennton.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan, terdapat 130 kelompok yang bergabung. Tak hanya dari Malang Raya, tapi juga dari daerah sekitarnya seperti Kediri, Mojokerto, dan lainnya. Event Bantengan Nuswantara Trance ini merupakan kali ke 16 diselenggarakan. "Untuk persiapan para peserta ada di area Stadion Gelora Brantas di Jalan Sultan Agung. Kemudian titik start di Alun-Alun Kota Batu. Sementara finish di Rumah dinas Wali Kota. Total jaraknya sekitar 2 kilometer," jelasnya.

Arief melanjutkan, kegiatan tersebut tak hanya sebagai sarana silaturahmi para pelaku Bantengan di Jawa Timur, tapi juga sebagai hiburan untuk masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi untuk mengenalkan kebudayaan pada generasi muda. "Hal ini juga berdampak baik bagi perekonomian pelaku UMKM dan masyarakat sekitar," ucapnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Batu sangat mengapresiasi para pelaku bantengan. Hal tersebut karena kekompakan, kolaborasi, dan komitmen yang tinggi untuk memajukan kebudayaan Kota Batu. "Semoga ke depannya, Bantengan Nuswantara Trance dapat menjadi salah satu penyokong Kota Batu sebagai kota pariwisata dan budaya," ujarnya.

MBEROT: Atraski bantengan yang sedang mengamuk cukup mendebarkan.
MBEROT: Atraski bantengan yang sedang mengamuk cukup mendebarkan.

Sementara itu, salah satu penonton Yuni Harianti mengatakan, dirinya bersama suami dan anak, sudah sejak pukul 8 pagi berada di Alun-Alun Kota Batu. Tujuannya agar tidak macet dan dapat mengambil tempat depan untuk menonton bantengan. "Anak saya paling semangat untuk ke sini. Meskipun perempuan, dia sangat suka dengan bantengan. Oleh karena itu, kami berangkat sejak pagi untuk melihat acara ini," ucapnya wanita asal Kecamatan Klojen, Kota Malang itu.

Ia mengaku sangat senang karena ada banyak kelompok yang turut terlibat dalam acara tersebut. Selain itu masing-masing kelompok memiliki ciri khas masing-masing. "Ada yang 1 kelompok diisi orang dewasa semua. Ada kelompok yang anak-anak kecilnya juga ikut main bantengan. Anak saya senang menontonnya dan saya harap kegiatan seperti ini akan berkelanjutan," pungkasnya (sif/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#budaya #seni budaya #wisata budaya #kota batu #wisata batu #bantengan