BATU - Anggaran yang diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk pengadaan bianglala di Alun-Alun Kota Batu patut dipantau. Karena, jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan PT Selecta, selisihnya bahkan nyaris tiga kali lipat. Meskipun secara spek, bianglala yang diajukan lebih besar dibanding yang ada di Selecta saat ini. Namun bianglala di Taman Rekreasi Selecta paling besar dan canggih bila dibandingkan dengan bianglala yang ada di Alun-Alun Kota Batu saat ini.
Untuk diketahui, DLH Kota Batu berencana mengajukan dua opsi untuk ukuran bianglala. Opsi yang pertama untuk bianglala berdiameter 49 meter dengan jumlah kabin 28 buah dengan anggaran Rp 9,7 miliar. Opsi kedua mengajukan bianglala berdiameter 52 meter dan kabin sebanyak 32 buah diajukan Rp 13,5 miliar. Sedangkan bianglala yang ada di Selecta bersiameter 35 meter dengan jumlah kabin 20 buah dengan harga hanya Rp 3,5 miliar.
Kepala DLH Kota Batu Muji Dwi Leksono, mengatakan, anggaran tersebut sudah termasuk dengan biaya pemasangan. Nantinya pemilihan akan dilihat dari APBD dan persetujuan DPRD. Opsi pengadaan baru tersebut dilakukan karena bianglala di Alun-Alun Batu sudah tidak layak. Sehingga perlu adanya pergantian baru. "Namun untuk 1 tahun ini kami sudah mengajukan perawatan. Karena itu, pengadaan bianglala baru akan dilakukan pada tahun depan," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Selecta Sujud Hariadi mengatakan, pengadaan bianglala dilakukan pada tahun 2019 silam atau 5 tahun lalu dengan dana Rp 3,5 miliar. Anggaran tersebut sudah total biaya hingga bisa beroperasi. “Termasuk untuk mendatangkan teknisi dari China langsung,” katanya.
Sujud menyampaikan, untuk saat ini tentu saja ada kenaikan harga jika akan membeli model bianglala yang serupa saat ini. karena, selisihnya sudah 5 tahun. Ditambah kurs dollar yang juga semakin naik. “Saat itu USD kursnya masih 14 ribu, sedangkan sekarang kan sudah 15,5 ribu lebih,” imbuhnya. Itu artinya ada selisih kurs 10 persen lebih tinggi.
Itu juga belum termasuk kenaikan tarif angkutan kapal dari China ke Indonesia, pajak impor, hingga pajak pertambahan nilai (PPN). Sehingga, estimasi harga bianglala dengan model yang dimiliki PT Selecta sekitar Rp 4,5 miliar.
Sujud mengatakan, model bianglala di sana sudah lebih canggih. Pasalnya menggunakan pancang utama sebanyak satu saja. Sementara biasanya ada 6 pancang penopang bianglala. Seperti yang berada di Taman Flora Santerra De Laponten dan Batu Love Garden (Baloga). Sehingga, bisa dipastikan biaya pengadaan bianglala di dua tempat wisata itu lebih murah.
Sedangkan di Baloga pengadaan wahana bianglala dilakukan pada Februari 2024. Wahana bertajuk Sky Wheel tersebut diimpor langsung dari Itali. Spesifikasi dari bianglala Baloga yaitu memiliki tinggi 15 meter dengan total kabin sebanyak 14 buah. Masing-masing gondola bisa menampung hingga 4 orang pengunjung.
Bianglala tersebut memiliki 6 pancang penahan. Tampilannya hampir mirip dengan bianglala di Alun-Alun Kota Batu. Namun dengan ukuran yang lebih kecil dibanding Alun-alun Batu. "Dalam pengadaannya dari awal hingga pemasangan mengeluarkan dana Rp 1,2 miliar," kata Operasional Manajer Baloga Muchammad Firdaus. (dre/sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah