BATU - Tak hanya wisata petik buah, kini juga muncul wisata petik bunga di Kota Batu. Pada awalnya, kebun bunga di pinggir Jalan Raya Dieng merupakan milik petani yang akan dijual sebagai dekorasi ke luar daerah. Namun spot tersebut ramai dikunjungi wisatawan sejak viral di media sosial Tiktok.
Pemilik kebun Sugeng Andrianto mengatakan, seminggu lalu ada anak muda yang ingin beli bunga pikok perikat. Anak tersebut kemudian keliling sambil membuat video untuk dimasukkan ke Tiktok. "Ternyata viral dan banyak orang yang datang kemari untuk membeli bunga ikat dan foto-foto," ucapnya pada koran ini, Minggu (21/7).
Sugeng melanjutkan, kebun bunga miliknya memang sudah waktunya panen. Biasanya ia akan menjual ke luar kota untuk dekorasi maupun toko bunga. Namun pada panen kali ini, ia membuka petik bunga bagi wisatawan yang datang berkunjung. "Sudah seminggu ini ramai pengunjung. Per hari bisa laku 150 ikat," katanya.
Untuk 1 ikat bunga dibanderol dengan harga Rp 20 ribu. Sementara tiket masuk dan kegiatan foto-foto di kebun gratis. "Kami tidak mewajibkan pengunjung untuk membeli bunga ikat. Namun sebagian besar pengunjung membelinya," ujar pria asli Desa Sidomulyo tersebut.
Wisata kebun bunga pikok tersebut tak akan bertahan lama. Pasanya, bunga pikok harus segera di panen. Mungkin wisata tersebut hanya akan bertahan dalam 2 hari ke depan. "Beberapa titik kebun juga rusak karena bunga-bunganya diinjak oleh pengunjung. Namun itu juga risiko membuka wisata petik bunga," ungkapnya.
Sugeng mengatakan, ke depan mungkin akan dipikirkan sistem petik bunga yang lebih bagus lagi. Agar wisatawan nyaman dan bunga di ladang juga tidak rusak. Meskipun sebentar lagi kebun bunganya akan di tutup untuk wisatawan, tapi banyak petani lain yang menanam bunga pikok di Kota Batu. Jika wisatawan ingin melakukan petik bunga.
Salah seorang pengunjung Nurul Fitria mengetahui lokasi kebun tersebut dari Tiktok. Ia berniat menghabiskan akhir pekan dengan keliling Kota Batu sambil membuat konten liburan. Namun ketika tiba di lokasi, ia tak menyangka akan banyak wisatawan yang datang berkunjung. "Di konten-konten sepi. Tapi pas saya datang agak kaget karena banyak juga yang kemari," ucapnya.
Sebenarnya untuk tempat wisata sangat murah dan terjangkau. Apalagi aksesnya yang berada di samping jalan raya. "Namun untuk foto-foto harus pintar mencari angel agar tidak terlihat banyak orang," pungkasnya. (sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah