BATU - Pengembangan jalan tembusan dari tempat landing menuju tempat take off paralayang terus dilakukan. Hal ini untuk mempersingkat waktu mobilitas dari Lapangan Songgomaruto ke area take off di Gunung Banyak maupun sebaliknya. Karena selama ini, masyarakat harus memutar dan melewati Kecamatan Pujon untuk ke paralayang sejauh 3 kilometer. Dengan adanya jalan tembus nanti jaraknya tinggal 500 meter.
Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengatakan, akses jalan tembus akan terus dikembangkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Pihaknya sedang mempersiapkan hal itu. "Perhutani juga sangat terbuka dengan pengembangan ini. Hal ini juga sebagai salah satu cara mengembangkan potensi Perhutani," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan, pihaknya akan meneruskan pembangunan jalan yang sebelumnya sudah dimulai. Pada proyek sebelumnya, pembangunan jalan dilakukan dari perbatasan Kota Batu ke Kabupaten Malang. "Tepatnya di atas Bukit Klemuk dan tembus langsung di bawah paralayang,” ucapnya.
Saat itu, pihaknya telah melakukan penataan lahan dan jalan. Sehingga pada proyek pengembangan jalan tembus ini tinggal meneruskan dari sebelumnya. Utamanya pada pengerasan jalan dan pembuatan jembatan. "Akses jalan tembus itu memiliki jarak kurang lebih 500 meter. Dengan lebar 7 meter," jelasnya.
Rute dari jalan tersebut, pertama melewati Dusun Songgoriti, kemudian masuk ke Klemuk, dilanjutkan ke Hotel Grand Pujon View. Lalu masuk ke akses baru di wilayah Perhutani. Kemudian sampai di loket paralayang. "Sebelumnya wisatawan dan atlet yang menuju Gunung Banyak harus memutar dengan jarak kurang lebih 3 kilometer. Dengan jalan tembus ini, jaraknya nanti kita shortcut jadi sekitar 500 meter," ujarnya.
Hingga kini pihaknya masih me-review ulang perencanaannya di PAK. Pembangunan akan dimulai pada 2025 nanti. "Pembangunan jalan tembus ini penting dilakukan sebagai salah satu bentuk dukungan pada sektor olahraga paralayang. Apalagi olahraga tersebut telah berprestasi dan membawa nama baik Kota Batu di kancah internasional," katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq berharap mudah-mudahan jalan tembus tersebut sudah dapat dilalui pada semester pertama di 2025 nanti. Pembangunan jalan tembus itu akan mendukung sarana prasarana di area paralayang Kota Batu. "Kita ingin event-event paralayang nanti akan dilaksanakan di Kota Batu. Baik internasional maupun lokal. Karena itu kami harap para atlet betul-betul bisa nyaman dengan sarana dan prasarana yang ada," pungkasnya. (sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah