BATU - Nurul, Ibu RWK (siswa SMPN 2 Batu korban pengeroyokan oleh 5 temannya hingga tewas) menutup pintu maaf untuk para pelaku. Dirinya menolak permintaan mediasi setelah proses sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Malang Kelas IA kemarin (26/6). Permintaan itu diajukan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Malang.
Namun permintaan tersebut ditolak mentah-mentah. Nurul masih teguh pada pendiriannya untuk memproses kasus tersebut secara hukum. Selain itu, ia juga tidak mau menerima permintaan maaf. Baik dari pelaku maupun orang tua para pelaku. Namun, Nurul mengakui bila orang tua pelaku sebenarnya memiliki niatan mendatanginya untuk meminta maaf.
“Beberapa waktu lalu niat itu disampaikan ke Pak RT dulu. Karena takut mau datang langsung. Kemudian saya jawab tidak perlu,” jelasnya. Ya, kemarin merupakan sidang perdana untuk kasus kematian putra sulung Nurul akibat dikeroyok lima temannya. Agendanya adalah sidang dakwaan. Nurul hadir sebagai saksi.
Namun, dirinya tak sendiri. RF, kembaran RWK juga mendapatkan surat panggilan sebagai saksi dalam kasus tersebut. Selain itu, ada satu saksi lagi yang dihadirkan yakni PR. PR merupakan salah satu anak yang masuk dalam sebuah grup Whatsapp. Dalam grup tersebut berisi tujuh orang. Yakni lima pelaku (AS,13; MI,15; KA,13; MA,13; dan KB,13), PR, dan FE.
Namun, Nurul menyebut Fera tidak diketahui keberadaannya. Meski begitu, PR dan FE tidak terlibat dalam pengeroyokan yang terjadi 29 Mei lalu sekitar pukul 15.00 di kawasan Vila Holanda, Songgokerto. Keduanya hanya tergabung dalam satu grup whatsapp yang bernama “maslana haik”. Itulah mengapa keduanya dihadirkan sebagai saksi juga.
“Karena FE tidak ada, jadi kami bertiga yang menyampaikan kesaksian di hadapan hakim,” ungkapnya. Dalam sidang perdana tersebut kelima pelaku juga dihadirkan. Mereka semua didampingi oleh orang tua masing-masing. Nurul menyampaikan saat proses persidangan AS sempat membantah bila dirinya mempunyai niatan untuk berkelahi.
Namun, Nurul mengatakan hal itu langsung ditolak oleh hakim. Sebab, saat itu hakim tidak sedang bertanya pada AS. “Tapi dari bukti chat kan juga sudah jelas kalau memang AS yang nantang berkelahi,” ujarnya. Nurul mengaku tidak mengetahui jadwal sidang selanjutnya. Sebab, untuk sidang lanjutan dirinya tidak diminta hadir. “Katanya nanti akan dipanggil lagi sesuai kebutuhan,” pungkasnya. (dre/lid)
Editor : Kholid Amrullah