BATU - Keberadaan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di Pasar Induk Among Tani Batu dipertanyakan. Pasalnya, pedagang menyebut selama ini pengelolaan sampah masih dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu. Sehingga, keberadaan KSM dipertanyakan oleh pedagang.
Salah seorang pedagang zona 2 Saeed Alkatiri mengatakan bila KSM tidak ada. Sebab, sejauh ini DLH yang masih membersihkan sampah di Pasar Induk Among Tani. Untuk itu, Saeed mengaku geram dengan munculnya KSM di sana. “KSM itu masyarakat mana,” ujarnya.
Dia juga mengatakan bila sejauh ini belum ada sosialisasi yang dilakukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar. “Terakhir yang disampaikan, UPT mengatakan urusan sampah sama DLH,” imbuhnya.
Sehingga, menurut dia tidak ada iuran sampah yang boleh dilakukan KSM. Kalau pun ada, pihaknya meminta agar UPT Pasar melakukan sosialisasi secara resmi. Termasuk untuk membahas pembentukan dan pemilihan pedagang yang masuk dalam KSM.
Sementara itu, Ketua KSM Pasar Induk Among Tani Batu Didin Darianto mengatakan DLH Kota Batu telah menyerahkan pengelolaan sampah kepada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Perindustrian serta Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu. Bahkan itu sudah dilakukan sejak 29 Februari lalu.
Didin menyampaikan bila hal itu disampaikan melalui surat resmi yang ditujukan kepada kepala Diskumperindag Kota Batu. “Sehingga dari situlah dibentuklah KSM yang khusus menangani masalah pengelolaan sampah secara mandiri di pasar induk,” ungkapnya. Didin menyebut KSM dibentuk oleh UPT Pasar. Sebab, UPT pasar bekerja di bawah binaan Diskumperindah Kota Batu. (dre/lid)
Editor : Kholid Amrullah