BATU - Tangis Nurul, ibu RWK (siswa SMPN 2 Batu) yang tewas lantaran dikeroyok lima temannya kembali pecah kemarin (6/6). Itu terjadi saat dirinya melihat makam putra sulungnya untuk yang pertama kali. RWK dimakamkan di Pemakaman Umum Kali Putih, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu Jumat (31/5) lalu sekitar pukul 23.00.
Saat itu Nurul tak ikut mengantarkan RWK ke peristirahatan terakhirnya. Karena, kondisinya sangat drop kala itu. Baru kemarin pukul 07.45 Nurul bersama sang suami dan ayahnya mengunjungi makam RWK untuk yang pertama kalinya. Seketika air matanya tak terbendung, ia kembali meneteskan air mata.
Sambil menaburkan bunga, Nurul mencoba menahan air matanya. Meski usahanya itu gagal. Ia terus menaburkan bunga di atas pusara RWK. Sebelum akhirnya ia mengirim serangkaian doa agar RWK tenang di sisi Tuhan. Sang ayahlah yang memimpin tahlil. Sesekali Nurul memejamkan matanya sambil terus memanjatkan doa.
Setelah selesai, Nurul Tampak meratakan kembali bunga yang ia tabur. Seolah sambil mengajak putra sulungnya berbicara. Ia mengelus nisan anaknya dan kembali menangis. Sesaat sebelum memutuskan kembali, Nurul kembali memeluk nisan RWK. Air matanya kembali tumpah. Dan pelukan itu seolah Nurul benar-benar Tengah memeluk RWK.
Nurul tak bisa membohongi perasaannya. Ia masih belum ikhlas melepas kepergian RWK untuk Selamanya. Namun, ia sadar bila takdir itu tak bisa ia ubah. “Kalau ikhlas ya belum. Hanya terus mencoba untuk itu,” ucapnya. Namun, Nurul bersyukur orang-orang di sekelilingnya bisa menguatkan.
Nurul mengatakan, bila ziarah makam itu ia lakukan setelah acara doa bersama tujuh hari meninggalnya RWK digelar pada Rabu (5/6) malam lalu. Saat ini Nurul dan keluarga terus mencoba beradaptasi dengan takdir baru yang harus mereka jalani. Yakni ketiadaan RWK dalam kehidupan mereka ke depan. (dre/lid)
Editor : Kholid Amrullah