Romo Mangku Gede Arif, tokoh umat Hindu di Kota Batu, mengatakan bangunan Pura Indra Jaya sudah ada sejak tahun 1965.
Namun saat ini yang lebih dikenal adalah Pura Luhur Giri Arjuno yang saat ini dikenal sebagai wisata religi.
Padahal pura tersebut baru dibangun tahun 1997.
“Sebelum tahun 1965, umat Hindu ada 1 dusun. Setelah 1965 jumlah umat Hindu semakin mengecil hingga tersisa 7 keluarga saja,” ucapnya.
Pada awalnya, lanjut dia, umat Hindu di Kota Batu tak memiliki pura.
Mereka hanya memiliki sanggar pemujaan.
Tempat tersebut hanya berupa rumah atau ruangan biasa yang disucikan untuk kegiatan pembelajaran dan ibadah.
“Jadi memang dulu sanggar pemujaan digunakan sebagai latihan menari dan ibadah sebelum memiliki pura,” jelasnya.
Agar tak menyulitkan peribadatan umat Hindu, kakek dari Mangku Arif menyerahkan lahan tanah kepada desa untuk dibuat pura.
Pura tersebut dinamai Indra Jaya.
Luas pura pertama di Kota Batu tersebut sekitar 20 meter persegi.
“Penamaannya sendiri memiliki makna yaitu Indra yang berarti dewa atau pemimpin. Sementara, jaya yang berarti jaya atau menang,” ujarnya.
Di dalam Pura Indra Jaya terdapat bangunan-bangunan seperti candi yang disebut pelinggih dan patung.
Saat ini, Pura Indra Jaya dikhususkan hanya untuk tempat ibadah.
“Umat Hindu memiliki banyak hari besar. Jadi perayaannya kami bagi di Pura Indra Jaya dan Pura Luhur Giri Arjuno.”
Saat ini, kata dia, umat Hindu di Kota Batu telah mencapai 80 keluarga.
Ada 3 pura yang telah dibangun yaitu Pura Indra Jaya, Pura Luhur Giri Arjuno, dan Pura Praja Pati.
“Untuk Pura Praja Pati dibangun paling akhir. Di sana khusus sebagai tempat kremasi untuk masyarakat Hindu di Kota Batu,” pungkasnya.(sif/lid)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana