BATU - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Junrejo Kota Batu menyepakati 66 usulan prioritas pada, Rabu (28/2).
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh seluruh kepala desa, camat, sekretaris daerah, dan anggota DPRD Daerah Pilih (Dapil) Junrejo di gedung Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Timur (BBGP Jatim), Desa Pendem.
Camat Junrejo Dian Saraswati mengatakan, mayoritas usulan tersebut mengarah pada kebutuhan infrastruktur yang berkaitan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
Dari 66 usulan, 63 di antaranya adalah bidang sarana prasarana dan lingkungan.
Lalu, 1 usulan di bidang pembinaan kemasyarakatan. Kemudian ada 1 usulan di bidang ekonomi kreatif.
Untuk 1 usulan lagi pada bidang pemerintahan, sosial, dan budaya.
“66 usulan tersebut direkap dari 6 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Junrejo,” jelasnya.
Dian membeberkan, dalam 66 usulan prioritas memiliki isi yang beragam.
Beberapa di antaranya, pembangunan gedung kantor Kecamatan Junrejo, revitalisasi Proliman Junrejo, pembangunan musala ramah anak SMP Diponegoro, dan pembangunan assessment center anak berkebutuhan khusus.
Selain itu ada pembangunan drainase, Penerangan Jalan Umum (PJU), plengsengan, dan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Dian juga mengatakan pada usulan musrembang 2023 ada 137 yang diakomodir dan akan dilaksanakan pada tahun ini.
Rinciannya sebagai berikut, Desa Beji 15 kegiatan dengan dana Rp 2,13 miliar, Desa Junrejo 29 kegiatan dengan anggaran Rp 4,5 miliar, Desa Mojorejo ada 16 kegiatan anggaran Rp 1,6 miliar, Desa Pendem 15 kegiatan Rp 2 miliar, Desa Tlekung 13 kegiatan Rp 2,1 miliar, Desa Torongrejo 22 kegiatan Rp 3,4 miliar, dan Kelurahan Dadaprejo 25 kegiatan dengan dana Rp 11 miliar.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Batu Zadim Efisiensi menyampaikan, dalam Musrenbang perlu adanya kolaborasi dari pemerintah desa untuk memajukan wilayahnya.
Hal ini dilakukan dengan duduk bersama untuk berdiskusi.
Ada 3 manfaat Musrenbang dalam pembangunan signifikan.
Pertama, memungkinkan suara masyarakat didengar dalam proses pembangunan.
Kedua, identifikasi kebutuhan masyarakat.
Ketiga, memperkuat jalinan pemerintah dan masyarakat.
Dalam Musrenbang tersebut, Zadim memfokuskan pada optimalisasi jalan poros Kecamatan Junrejo, pembangunan Gedung Kecamatan Junrejo, Pembangunan Desa Tematik UMKM, dan pengembalian prasasti Sangguran yang berasal dari Desa Mojorejo. (sif/lid)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana