Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Tiga Tanaman Peningkat Stamina Pria Sulit Dibudidayakan

Kholid Amrullah • Kamis, 25 Januari 2024 | 15:00 WIB

 

TANAMAN HERBAL: Para petugas Laboratorium Herbal Materia Medica merawat tanaman obat.
TANAMAN HERBAL: Para petugas Laboratorium Herbal Materia Medica merawat tanaman obat.

BATU - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Herbal Materia Medica Kota Batu telah membudidayakan 286 jenis tanaman herbal. Tanaman-tanaman yang ada dibuat menjadi beragam produk makanan dan kecantikan. Meskipun telah sukses mengembangkan beragam jenis tanaman, tapi ada 3 tanaman yang sulit untuk dikembangkan oleh UPT. Ketiga jenis tanaman yang susah untuk dibudidayakan tersebut sama-sama berfungsi sebagai peningkat stamina pria.

 

Penanggung jawab Unit Budi Daya UPT Materia Medica Kota Batu Hari Purwantoro mengatakan, 3 tanaman yang sulit untuk dikembangkan yaitu sanrego, cabai Jawa, dan purwaceng. "Sebenarnya kami sedang mencari sumber dari sulitnya tanaman-tanaman tersebut berkembang. Namun kemungkinan besar, iklim Kota Batu sangat memengaruhi pertumbuhannya," ucap di.

 

Untuk tanaman sanrego, jumlahnya di Laboratorium Herbal Materia Medica Kota Batu hanya 1 pohon. Hari bercerita, ketika mengembangbiakkan sangrego hanya 3 sampai 4 tunas yang muncul lalu tanaman tersebut akan mati. Hal tersebut terus berulang. "Saat ini kami hanya menjual versi stek-nya. Dengan harga 1 polibag-nya berkisar Rp 100 ribu," ujarnya.

 

Selain sangrego, juga terdapat cabai Jawa. Ketika dilakukan stek tanaman, dari 10 stek hanya 3 yang berhasil tumbuh. Namun juga tidak terlalu optimal buahnya. "Kalau untuk cabai Jawa sepertinya memang bermasalah di iklim. Soalnya saya lihat di Jember dan daerah panas lainnya, tanaman ini dapat berkembang dengan baik," jelasnya. Dengan tingkat kesulitan tersebut, 1 polibag-nya dihargai sebesar Rp 50 ribu.

 

Tanaman yang terakhir adalah purwoceng. Berbeda dari 2 tanaman sebelumnya yang tidak bisa berada di iklim dingin, purwonceng justru membutuhkan iklim yang dingin. Namun tumbuhan ini tetap tidak dapat tumbuh dengan baik dikarenakan ketinggian Kota Batu yang dirasa kurang. "Saya lihat di Semeru tanaman ini dapat berkembang dengan baik. Namun di sini daunnya itu cuma di bagian pucuk saja," ucapnya.

 

Beragam cara telah dilakukan untuk bisa membudidayakan purwoceng. Namun hasil gagal. "Saat ini, UPT sudah tidak memiliki tanaman tersebut," katanya. Untuk faktor tanah dan air sama sekali tidak memengaruhi pertumbuhan ketiga tanaman tersebut. (sif/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#tanaman herbal #purwaceng #kota batu #stamina pria #cabai jawa