BATU - Terminal Kota Batu telah menambah armada angkutan umumnya. Ada 6 bus baru yang beroperasi dari Mojokerto ke Kota Batu melalui jalur Cangar. Kendaraan Mitsubishi Fuso berwarna hijau tersebut telah mengaspal sejak Rabu (24/1).
Koordinator Bus Bagong Mojokerto-Batu Samsul mengatakan, 6 unit bus akan dibagi dua yaitu 3 unit dari Mojokerto dan 3 unit sisanya dari Batu. Alur dari bus ini mulai dari Terminal Mojokerto, Pacing, Dlanggu, Ngembeh, Kutorejo, Sanggrahan, Pandan, Pacet, Sendi, Cangar, Sumberbrantas, Junggo, Alun-Alun Batu, Terminal Batu. Selama perjalanan penumpang akan disuguhi pemandangan alam berupa hutan dan pegunungan yang indah.
Dalam mengambil penumpang, bus ini akan berhenti di 4 tempat yaitu Terminal Mojokerto, Sumberbrantas, Alun-Alun Kota Batu, dan Terminal Batu. Selain keempat tempat tersebut, bus ini tidak akan berhenti. "Jadi kami akan memasang halte khusus untuk 4 tempat itu. Jika ada penumpang kami akan berhenti, tapi jika tidak kami akan lanjut jalan. Jadi sistemnya tidak ngetem," ucapnya. Hal ini dilakukan agar tidak berdampak pada angkutan umum lainnya.
Bus Bagong Mojokerto-Batu ini dapat mengangkut 12 penumpang. Di dalamnya tersedia AC dan TV untuk hiburan. "Kami juga tidak diperbolehkan untuk mengangkut penumpang lebih dari yang ditentukan. Hal ini berkaitan dengan keselamatan," jelas pria berusia 50 tahun itu.
Angkutan umum ini akan beroperasi setiap hari mulai dari jam 8 pagi sampai 5 sore. Durasi perjalanan Mojokerto ke Batu melalui bus ini berkisar 2 jam setengah. Untuk harga, karena masih baru, maka diterapkan tarif diskon sebesar Rp 40 ribu dari yang sebelumnya Rp 60 ribu. "Saya harap, kendaraan baru ini akan mengakomodir masyarakat yang ingin pergi dari Mojokerto ke Batu maupun sebaliknya dengan lebih cepat," katanya.
Sementara itu, salah satu penumpang asal Mojokerto Yayuk mengatakan, bus baru ini sangat membantunya untuk bepergian ke Kota Batu. Meskipun medannya agak berat, tapi menyenangkan. Dalam perjalanan tadi kita sempat berhenti 3 kali yaitu di Sendi, Cangar, dan Coban Watu Ondo. "Saya naik ini karena ingin mencoba armada bus baru. Saya dapat informasinya dari Instagram," ujarnya.
Yayuk mengaku sepanjang jalan merasa nyaman mengendarai armada baru itu. Ia bahkan tidak merasa mual sama sekali sepanjang perjalanan. "Harapannya, dengan medan yang berat tersebut armada akan sering melakukan cek mesin agar keamanan penumpang terjaga," pungkasnya. (sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah