BATU - Polemik TPA Tlekung Kota Batu kembali mencuat sejak adanya demonstrasi dari Pemuda Pancasila (PP) pada, Senin (8/1) lalu.
Melalui mediasi antara pemerintah dan warga Desa Tlekung Kota Batu, masyarakat sepakat untuk membuka kembali TPA Tlekung.
Pembukaan ini difokuskan untuk mengolah sampah residu dan sampah yang sudah ada di TPA Tlekung Kota Batu.
Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memberikan penjelasan mengenai mekanisme TPA yang baru.
TPA Tlekung bukan sebagai tempat pemrosesan akhir bukan tempat pembuangan akhir sampah.
Pertemuan tersebut dilakukan Pemkot Batu dan Kepala Desa serta perwakilan warga Desa Tlekung di Rupatama Balai Kota Among Tani Kota Batu Selasa, (9/1) pukul 8 malam.
“Terima kasih kepada warga Desa Tlekung karena permasalahan pembukaan TPA Tlekung dinyatakan tuntas,” ujarnya.
Dalam pengoperasian TPA Tlekung akan ada 3 incinerator yang bekerja.
Aries mengatakan, incinerator di TPA Tlekung memiliki prioritas masing-masing.
Incinerator pertama untuk mengolah sampah yang sudah ada.
Kedua, untuk residu sampah yang zero waste.
Incinerator terakhir, untuk pengolahan sampah khusus warga Tlekung.
“Dengan begitu tidak ada penambahan volume sampah, pencemaran air dan juga bau di TPA Tlekung,” katanya.
Melalui agenda tersebut, pemkot dan masyarakat menemukan titik temu dan memperoleh informasi yang benar mengenai kondisi TPA Tlekung saat ini. (sif/lid)