BATU - Masyarakat hingga wisatawan yang berkunjung ke Alun-Alun Kota Batu harus lebih cermat dalam memarkir kendaraannya.
Pasalnya, hingga Minggu kemarin (17/12) masih ada wisatawan yang tak diberikan karcis parkir.
Salah satu pengunjung Arya Aditama mengaku tidak mendapatkan karcis parkir dari juru parkir (jukir).
“Habis parkir saya tidak diberi karcis. Padahal, jukirnya sempat melihat saya,” jelasnya kepada wartawan koran ini.
Menurut Arya, dulu ia juga pernah tidak diberikan karcis parkir dengan alasan dari jukir yakni motor pasti aman.
Bahkan, ia pernah diberi karcis parkir hanya saat mau pulang.
“Kalau gak dapat karcis, rasanya was-was aja Mbak. Soalnya keamanan kayak kurang,” ucap warga asal Kota Malang ini.
Dia menyebut, saat weekend (Sabtu-Minggu) penataan parkir di AlunAlun Kota Batu menjadi sempit.
Alhasil, sering kali kendaraan satu dengan lainnya berhimpitan.
“Ya memang beberapa orang menganggap parkir di AlunAlun Kota Batu terjamin aman. Tapi, kita kan tidak tahu bila ada hal buruk yang terjadi. Alangkah baiknya wisatawan mendapatkan karcis parkir,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Perparkiran Dishub Kota Batu Chilman Suaidi mengatakan, Pemkot Batu telah berkomitmen untuk menggagas Gerakan Sadar Parkir yang berisi 3 poin.
Di antaranya, parkir di tempat resmi, mintalah karcis yang resmi, dan bayarlah sesuai tarif resmi.
“Intinya, setelah memarkir kendaraan, mohon langsung minta karcis parkir,” jelasnya.
Chilman menerangkan, Dishub Kota Batu telah membuka tata cara pengaduan masalah parkir.
Dengan cara mengambil foto atau video jukir, catat nomor induk rompi jukir, cantumkan lokasi pelanggaran, dan segera laporkan ke Dishub Kota Batu.
“Masyarakat harus berani melaporkan masalah parkir. Sesuai kesepakatan, jika tak diberi karcis, parkir gratis,” tandasnya. (ifa/lid)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana