BATU, RADAR BATU – Nyeri dada yang mengarah pada serangan jantung harus segera mendapat pertolongan medis. Masyarakat tidak perlu menunggu hingga 20 menit, terutama jika keluhan disertai sesak napas, keringat dingin, mual, atau pusing.
Dokter Spesialis Jantung Konsultan Prevensi dan Rehabilitasi Kardiovaskular Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karsa Husada Kota Batu dr. Ikhwan Handirosiyanto, SpJP(K), menjelaskan bahwa gejala serangan jantung dapat berupa rasa tidak nyaman di dada.
Baca Juga: Gubug Asape Batu, Tempat Makan Asapan dan Bakaran dengan Suasana Gubuk Tradisional
Sensasinya bisa seperti tertekan, tertindih, dicengkeram, atau terbakar. Rasa tidak nyaman tersebut juga dapat menjalar ke lengan, punggung, leher, dan rahang.
Jika mengalami gejala yang mengarah pada serangan jantung, masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis.
Baca Juga: Fasilitas Cadillac F1 Diklaim Melebihi Mercedez, Begini Ujar Valtterri Botaz
Semakin lama aliran darah menuju otot jantung terhambat, semakin besar risiko kerusakan jaringan.
Salah satu penyebabnya adalah penyakit jantung koroner, yakni kondisi ketika pembuluh darah yang memasok oksigen dan nutrisi ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan.
Baca Juga: Kapolres Baru Diminta Jaga Sinergi Pengamanan Kota
Penumpukan plak pada dinding pembuluh darah dapat menghambat aliran darah. Kondisi tersebut bisa memicu kerusakan otot jantung hingga serangan jantung.
Hipertensi menjadi salah satu faktor risiko yang perlu dikendalikan. Kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala sehingga seseorang dapat merasa sehat meskipun tekanan darahnya tinggi.
Baca Juga: Aktor Yadi Timo Tutup Usia, Masih Bernyanyi dan Bercanda Sehari Sebelum Wafat
Selain hipertensi, risiko penyakit jantung juga berkaitan dengan diabetes melitus, obesitas, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, dan pola makan tidak sehat.
Ikhwan menegaskan, pencegahan komplikasi tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan ketika keluhan muncul. Pemeriksaan kesehatan berkala diperlukan untuk mendeteksi faktor risiko lebih awal.
Masyarakat juga perlu mengikuti pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan apabila telah didiagnosis memiliki penyakit atau faktor risiko kardiovaskular.
Editor : Fajar Andre Setiawan