2.913 Penderita Diabetes di Kota Batu Sudah Ditangani

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00 WIB
Ilustrasi diabetes tipe 2 yang menjadi ancaman karena meningkat di Indonesia (pch.freepik)
Ilustrasi diabetes tipe 2 yang menjadi ancaman karena meningkat di Indonesia (pch.freepik)

BATU, RADAR BATU - Sebanyak 2.913 penderita diabetes melitus (DM) di Kota Batu telah mendapatkan penanganan hingga triwulan III 2026. Jumlah tersebut setara 90,60 persen dari 3.215 penderita yang tercatat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu pada tahun ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batu dr. Icang Sarrazin mengatakan, penanganan diabetes tidak berhenti pada pemeriksaan awal.

Baca Juga: 2 Tahun Turun, Jumlah Penderita Diabetes Naik Lagi

Upaya tersebut mencakup penegakan diagnosis, pengobatan, edukasi perubahan perilaku, pendampingan, dan pemantauan kondisi kesehatan pasien.

“Capaian setiap tahun sudah 100 persen. Tahun ini, hingga triwulan ketiga mencapai 90,60 persen atau 2.913 orang,” ujarnya, Rabu (15/10).

Baca Juga: HUT ke-25 Kota Batu, Nurochman Dorong Puluhan Event Berdampak bagi UMKM dan Lingkungan

Penanganan dilakukan melalui program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), termasuk pengendalian hipertensi. Pemeriksaan kesehatan dan edukasi pola hidup sehat menjadi bagian dari upaya tersebut.

Program Aku Cerdik turut digunakan untuk memperkuat promosi kesehatan. Pada 2025, kegiatan ini diperkuat melalui edukasi, pendampingan, peningkatan kapasitas pelaksana, serta jejaring pelayanan kesehatan.

Baca Juga: 4 Film Indonesia yang Sedang Tayang di XXI Malang Ini Siap untuk Menemani Kamu di Akhir Pekan

Materi edukasi mencakup pola makan sehat, aktivitas fisik, berhenti merokok, kepatuhan minum obat, dan pemeriksaan kesehatan berkala. Pada 2026, program Aku Cerdik diperluas dari Kelurahan Sisir ke Kelurahan Temas melalui pendekatan RT Sehat.

Sebelumnya, sekitar 170 warga mengikuti sosialisasi dan skrining hipertensi serta diabetes di Kelurahan Temas pada 4 Juni 2025. Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular.

Baca Juga: 5 Hari Lagi, Ini Jadwal Jakarta Film Week 2026 Day 1

Dokter Fungsional Puskesmas Batu dr. Emy Rosyidah mengatakan, diabetes menjadi salah satu penyakit yang ditemukan dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di masyarakat.

Salah satu kegiatan pemeriksaan digelar di lingkungan Kantor Desa Oro-Oro Ombo. Emy mengingatkan, diabetes tidak muncul hanya karena satu kali mengonsumsi makanan tertentu.

Baca Juga: Benarkah Laporan Karhutla ke Presiden Hanya 639 Hektare? Chanee Kalaweit Protes, Ini Penjelasan BNPB

Risiko penyakit ini dipengaruhi berbagai faktor, termasuk keturunan, pola makan, berat badan, dan aktivitas fisik.

Karena itu, upaya pengendalian perlu dilakukan secara berkelanjutan. Masyarakat dianjurkan menjaga pola makan seimbang, membatasi konsumsi gula berlebih, menjaga berat badan, dan rutin beraktivitas fisik.

Baca Juga: Emisi Karbon Kebakaran Indonesia Tertinggi di Dunia, Kenali Juga Bahaya Gas CO si “Silent Killer”

Bagi pasien yang telah didiagnosis diabetes, pemeriksaan berkala dan pengobatan sesuai resep tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam menjaga kadar gula darah.

Pasien tidak dianjurkan menghentikan atau mengubah dosis obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Baca Juga: Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Gelar Konser Aku Kembali dengan Tiket Paling Mahal Seharga 35 Juta

Layanan pemeriksaan dapat dimanfaatkan melalui puskesmas, posyandu, klinik, maupun program CKG.

Penguatan deteksi dini dan pendampingan diharapkan membantu pasien memperoleh penanganan sesuai kebutuhan serta mengurangi risiko komplikasi.

Editor : Fajar Andre Setiawan
diabetes kesehatan dinkes kota batu