Penderita Diabetes di Kota Batu Naik 48,63 Persen

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi diabetes tipe 2 yang menjadi ancaman karena meningkat di Indonesia (pch.freepik)
Ilustrasi diabetes tipe 2 yang menjadi ancaman karena meningkat di Indonesia (pch.freepik)

BATU, RADAR BATU - Jumlah penderita diabetes melitus (DM) di Kota Batu kembali meningkat pada 2026 setelah dua tahun berturut-turut menurun. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat 3.215 penderita tahun ini, naik 48,63 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 2.163 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.913 orang telah mendapatkan penanganan hingga triwulan III. Capaian itu setara 90,60 persen dari jumlah penderita yang tercatat tahun ini.

Baca Juga: 2 Tahun Turun, Jumlah Penderita Diabetes Naik Lagi

Data Dinkes menunjukkan, jumlah penderita diabetes di Kota Batu mencapai 4.203 orang pada 2023. Angkanya turun menjadi 2.355 orang pada 2024, kemudian kembali menurun menjadi 2.163 orang pada 2025.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batu dr. Icang Sarrazin mengatakan, penanganan diabetes dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga: HUT ke-25 Kota Batu, Nurochman Dorong Puluhan Event Berdampak bagi UMKM dan Lingkungan

Upayanya meliputi deteksi dini, penegakan diagnosis, pengobatan, edukasi perubahan perilaku, pendampingan pasien, dan pemantauan kondisi kesehatan.

“Capaian setiap tahun sudah 100 persen. Tahun ini, hingga triwulan ketiga mencapai 90,60 persen atau 2.913 orang,” ujarnya, Rabu (15/10).

Baca Juga: 4 Film Indonesia yang Sedang Tayang di XXI Malang Ini Siap untuk Menemani Kamu di Akhir Pekan

Penanganan diabetes juga dilakukan bersamaan dengan pengendalian hipertensi melalui program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM).

Pendekatannya mencakup pemeriksaan kesehatan, edukasi pola hidup sehat, kepatuhan menjalani pengobatan, serta pemantauan kondisi pasien.

Baca Juga: 5 Hari Lagi, Ini Jadwal Jakarta Film Week 2026 Day 1

Salah satu upaya yang dijalankan ialah program Aku Cerdik. Pada 2026, program tersebut diperluas dari Kelurahan Sisir ke Kelurahan Temas melalui pendekatan RT Sehat.

Sebelumnya, sosialisasi dan skrining hipertensi serta diabetes juga digelar di Kelurahan Temas pada 4 Juni 2025. Sekitar 170 warga mengikuti pemeriksaan untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular.

Baca Juga: Benarkah Laporan Karhutla ke Presiden Hanya 639 Hektare? Chanee Kalaweit Protes, Ini Penjelasan BNPB

Dokter Fungsional Puskesmas Batu dr. Emy Rosyidah mengatakan, diabetes juga ditemukan dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), salah satunya di lingkungan Kantor Desa Oro-Oro Ombo.

“Penyebab diabetes tidak bisa ditentukan dari satu faktor. Misalnya, hanya karena hari ini salah makan,” ujarnya.

Baca Juga: Prediksi Cuaca Kota Batu 16 Oktober: Suhu Tembus 28 Derajat, Kelembapan Anjlok ke 31 Persen

Menurut Emy, diabetes dipengaruhi berbagai faktor, mulai keturunan atau genetik hingga kebiasaan berolahraga. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan melalui pola hidup sehat, termasuk menjaga pola makan, berat badan, dan aktivitas fisik.

Peningkatan jumlah penderita pada 2026 menjadi perhatian dalam penguatan deteksi dini dan pengendalian penyakit. Namun, angka tersebut perlu dibaca berdasarkan definisi data yang digunakan Dinkes, termasuk apakah mencerminkan seluruh penderita yang tercatat atau kasus baru pada tahun berjalan. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
diabetes kesehatan dinkes kota batu