Program CERDIK Diperluas ke Temas Kota Batu

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi cek hipertensi. (Freepik)
Ilustrasi cek hipertensi. (Freepik)

BATU, RADAR BATU – Upaya pengendalian hipertensi di Kota Batu diperkuat melalui program CERDIK dan pendekatan RT Sehat. Pada 2026, program tersebut diperluas dari Kelurahan Sisir ke Kelurahan Temas dengan menyasar warga yang memiliki faktor risiko hipertensi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.

Dokter Fungsional Puskesmas Batu dr. Emy Rosyidah mengatakan, hipertensi menjadi salah satu penyakit yang banyak ditemukan dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Faktor risikonya beragam, mulai pola makan dan tingkat stres hingga kebiasaan hidup yang tidak sehat.

Baca Juga: Kampung Ambon Digerebek Lagi, Tiga Kali dalam Sepekan

“Upaya pengendaliannya melalui inovasi CERDIK dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI),” kata Emy. CERDIK merupakan singkatan dari cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.

Pendekatan tersebut diperkuat melalui edukasi, pendampingan, peningkatan kapasitas pelaksana, serta jejaring pelayanan kesehatan. Materinya meliputi pola makan sehat, pengurangan konsumsi garam, aktivitas fisik, berhenti merokok, kepatuhan minum obat, dan pemeriksaan tekanan darah berkala.

Baca Juga: Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota dan Wawali Ziarah ke Makam Mbah Batu dan Mbah Patok

Upaya skrining sebelumnya juga dilakukan di Kelurahan Temas. Pada 4 Juni 2025, sosialisasi dan pemeriksaan faktor risiko hipertensi serta diabetes melitus digelar dengan melibatkan sekitar 170 warga.

Memasuki 2026, perluasan program melalui pendekatan RT Sehat diarahkan untuk memperkuat deteksi dini dan pendampingan warga yang berisiko. Dengan demikian, pencegahan tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan dan pengendalian faktor risiko.

Baca Juga: HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Diskon 30 Persen dan Jatim Park 50 Persen

Urgensi pengendalian tersebut terlihat dari catatan Dinkes Kota Batu. Hingga September 2026, sebanyak 10.106 warga tercatat mengidap hipertensi. Jumlah ini mendekati total kasus sepanjang 2025 yang mencapai 12.852 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batu dr. Icang Sarrazin mengatakan, pemeriksaan tekanan darah berkala penting dilakukan karena hipertensi kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Baca Juga: Nobody Loves Kay Ditayangkan Kembali di Sejumlah Lokasi CGV Indonesia

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan di puskesmas, posyandu, klinik, maupun program CKG. Selain itu, konsumsi garam perlu dibatasi maksimal lima gram per hari bagi orang dewasa, disertai aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu.

Bagi pasien yang sudah didiagnosis hipertensi, pengendalian harus dilakukan secara berkelanjutan melalui konsumsi obat sesuai resep dan kontrol rutin.

Penguatan program CERDIK dan pendekatan RT Sehat diharapkan membantu memperluas jangkauan edukasi serta deteksi dini. Tujuannya bukan hanya menemukan kasus, tetapi juga mendorong pengendalian tekanan darah untuk mengurangi risiko komplikasi.

Editor : Fajar Andre Setiawan
hipertensi kesehatan dinkes kota batu