Warga Kota Batu Didorong Periksa Tekanan Darah Meski Merasa Sehat

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:00 WIB
Ilustrasi cek hipertensi. (Freepik)
Ilustrasi cek hipertensi. (Freepik)

BATU, RADAR BATU - Hipertensi dapat berkembang tanpa gejala yang mudah dikenali. Kondisi ini membuat pemeriksaan tekanan darah secara berkala penting dilakukan, termasuk bagi warga yang merasa sehat. Di Kota Batu, jumlah penderita hipertensi tercatat mencapai 10.106 orang hingga September 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dr. Icang Sarrazin mengatakan, deteksi dini diperlukan agar tekanan darah tinggi dapat diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi komplikasi.

Baca Juga: Kampung Ambon Digerebek Lagi, Tiga Kali dalam Sepekan

Masyarakat bisa menjalani pemeriksaan di puskesmas, posyandu, klinik, maupun melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). “Dengan pemeriksaan rutin, tekanan darah yang tinggi dapat terdeteksi lebih dini dan segera ditangani,” kata Icang.

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Karena itu, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika keluhan muncul. Pemeriksaan berkala perlu menjadi bagian dari kebiasaan menjaga kesehatan.

Baca Juga: Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota dan Wawali Ziarah ke Makam Mbah Batu dan Mbah Patok

Selain skrining, masyarakat didorong menerapkan pola hidup sehat. Salah satunya dengan membatasi konsumsi garam maksimal lima gram per hari bagi orang dewasa. Pembatasan ini mencakup garam dari seluruh makanan, termasuk yang berasal dari ikan asin, mi instan, makanan olahan, dan saus tertentu.

Aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu juga dianjurkan untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Kebiasaan tersebut perlu disertai upaya menjaga berat badan ideal, menghindari rokok dan asap rokok, tidur cukup, serta mengelola stres.

Baca Juga: HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Diskon 30 Persen dan Jatim Park 50 Persen

Dokter Fungsional Puskesmas Batu dr. Emy Rosyidah menyebut hipertensi menjadi salah satu penyakit yang banyak ditemukan dalam pelaksanaan CKG. Faktor risikonya antara lain pola makan, stres, dan kebiasaan hidup yang tidak sehat.

Emy menjelaskan, edukasi pengendalian penyakit dilakukan melalui pendekatan CERDIK dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). CERDIK merupakan singkatan dari cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.

Baca Juga: Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel: 2 Orang Tewas, Polisi Pastikan Bukan Bom

Edukasi juga mencakup kepatuhan minum obat bagi pasien yang telah didiagnosis hipertensi. Pasien tidak dianjurkan menghentikan atau mengurangi dosis obat sendiri meskipun tidak lagi merasakan keluhan.

Dengan deteksi dini, perubahan gaya hidup, dan kepatuhan menjalani pengobatan, risiko komplikasi hipertensi diharapkan dapat ditekan.

Editor : Fajar Andre Setiawan
hipertensi kesehatan dinkes kota batu