10.106 Warga Kota Batu Mengidap Hipertensi

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi cek hipertensi. (Freepik)
Ilustrasi cek hipertensi. (Freepik)

BATU, RADAR BATU - Sebanyak 10.106 warga Kota Batu tercatat mengidap hipertensi hingga September 2026. Jumlah tersebut mendekati total kasus sepanjang 2025 yang mencapai 12.852 orang. Mayoritas penderita berasal dari kelompok usia dewasa di atas 25 tahun.

Tingginya angka tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dalam mengendalikan penyakit tidak menular (PTM). Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti stroke, penyakit jantung, gangguan ginjal, hingga kematian dini.

Baca Juga: Sambut HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota dan Wawali Ziarah ke Makam Mbah Batu dan Mbah Patok

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batu dr. Icang Sarrazin mengatakan, pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi hipertensi sejak dini.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan di puskesmas, posyandu, klinik, maupun program Cek Kesehatan Gratis (CKG). “Salah satu upaya pencegahan yang perlu diperkuat adalah membiasakan pola makan rendah garam,” ujarnya.

Baca Juga: Kampung Ambon Digerebek Lagi, Tiga Kali dalam Sepekan

Konsumsi garam bagi orang dewasa dianjurkan tidak lebih dari lima gram per hari, termasuk garam yang terkandung dalam seluruh makanan. Warga juga perlu membatasi makanan tinggi natrium, seperti ikan asin, mi instan, makanan olahan, dan saus tertentu.

Selain mengatur pola makan, aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu dapat membantu mengendalikan tekanan darah. Upaya ini perlu diimbangi dengan menjaga berat badan ideal, menghindari rokok dan paparan asap rokok, mencukupi waktu tidur, serta mengelola stres.

Baca Juga: HUT ke-25 Kota Batu, Selecta Diskon 30 Persen dan Jatim Park 50 Persen

Icang mengingatkan, hipertensi kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Karena itu, seseorang yang merasa sehat tetap perlu memeriksakan tekanan darah secara berkala.

“Dengan pemeriksaan rutin, tekanan darah yang tinggi dapat terdeteksi lebih dini dan segera ditangani,” imbuhnya.

Bagi warga yang telah didiagnosis hipertensi, pengendalian perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pasien harus mengonsumsi obat sesuai resep tenaga kesehatan dan menjalani kontrol rutin. Penghentian atau pengurangan dosis obat secara mandiri tidak dianjurkan meskipun kondisi tubuh terasa sehat.

Baca Juga: Nobody Loves Kay Ditayangkan Kembali di Sejumlah Lokasi CGV Indonesia

Dokter Fungsional Puskesmas Batu dr. Emy Rosyidah menambahkan, hipertensi menjadi salah satu penyakit yang banyak ditemukan dalam pelaksanaan CKG. Faktor risikonya beragam, mulai pola makan hingga tingkat stres dan kebiasaan hidup yang tidak sehat.

Untuk memperkuat pencegahan, edukasi pola hidup sehat perlu berjalan beriringan dengan deteksi dini dan pendampingan pasien. Langkah tersebut diharapkan membantu masyarakat mengendalikan tekanan darah sekaligus menekan risiko komplikasi.

Editor : Fajar Andre Setiawan
hipertensi kesehatan dinkes kota batu