BATU, RADAR BATU - Hipertensi dan diabetes menjadi temuan yang menonjol dalam pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Desa Oro-Oro Ombo kemarin (13/10). Dari sekitar 40 warga yang menjalani pemeriksaan, petugas mendapati mayoritas warga memiliki tekanan darah tinggi dan kadar gula darah di atas ambang batas.
Jumlah pasti kasus masih menunggu rekapitulasi hasil pemeriksaan. Dokter Fungsional Puskesmas Batu dr Emy Rosyidah mengatakan, pemeriksaan CKG mencakup pengukuran tekanan darah, pengecekan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Layanan itutersedia melalui puskesmas dan kegiatan jemput bola saat pertemuan warga atau acara tahlil.
Baca Juga: Sudah Diumumkan, Intip Daftar Nominasi Pemeran Utama dan Pendukung Pria Terbaik FFI 2026
“Ini juga sekaligus dengan skrining tuberkulosis (TBC). Sebab, masyarakat mayoritas masih takut jika dibilang secara langsung terkait pemeriksaan dini TBC, sehingga kami gabung dengan CKG,” kata Emy. Dalam pemeriksaan penyakit tidak menular (PTM), indikasi hipertensi cukup banyak ditemukan.
Diabetes juga menjadi perhatian petugas. Namun, hasil itu belum dapat menggambarkan kondisi seluruh warga yang diundang. Pasalnya, pemeriksaan belum tuntas. Dari 100 warga yang diundang, baru sekitar 40 orang yang menjalani pemeriksaan. Petugas masih perlu merekap hasil untuk memastikan jumlah warga yang terindikasi hipertensi dan diabetes.
Baca Juga: Martha Tilaar Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun, Sosok di Balik Kosmetik Sariayu
Emy menjelaskan, kedua penyakit tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor. Di antaranya usia, keturunan, faktor genetik, hingga gaya hidup yang tidak sehat. Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup hanya dengan mengatur pola makan. Namun, juga perlu disertai perubahan gaya hidup secara menyeluruh.
“Penting untuk cek kesehatan secara berkala, menghindari asap rokok, makan makanan bergizi, rajin beraktivitas fisik, mengelola stres, dan istirahat yang cukup,” ujarnya. Pemeriksaan rutin penting untuk membantu mendeteksi risiko penyakit sejak dini. Warga yang hasil pemeriksaannya menunjukkan indikasi gangguan kesehatan akan memperoleh tindak lanjut medis sesuai kondisi masing-masing.
Editor : Fajar Andre Setiawan