BATU, RADAR BATU - Dari catatan Dinas Kesehatan (Dinkes), Wilayah Kota Batu mendapati adanya 8 kasus demam berdarah dengue (DBD) dengan tiga diantaranya adalah golongan anak-anak.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penanggulangan Bencana (P2PB) Dinkes Kota Batu dr. Icang Sarrazin, mengimbau warga untuk segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi, serta terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
“Langkah pencegahan terbaik adalah tetap melalui PSN dengan 3M Plus dan PHBS. Kami meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi agar terdeteksi sejak awal,” ujar Icang, mengutip laman Malangtimes (25/9).
Menurut dr. Icang, penangan DBD pada pasien dewasa dan anak-anak tidak jauh berbeda. Penderita membutuhkan asupan cairan yang banyak untuk meredakan dehidrasi yang berat, karena selain demam yang tinggi, virus dengue melonggarkan dinding pembuluh darah yang menyebabkan cairan darah (plasma) keluar dari pembuluh darah ke jaringan sekitar.
“Penanganan DBD pada dewasa dan anak-anak pada dasarnya sama, bersifat suportif dan simtomatis untuk mencegah dehidrasi. Hanya ada perbedaan pada dosis obat dan intenstas pemantauan. Kunci penanganan DBD, terletak pada pencegahan kehilangan cairan plasma dan syok,” ujar Icang, Malangtimes (25/9).
Untuk saat ini, kasus DBD maupun chikungunya yang berujung fatalitas (kematian) masih tercatat nol.
Pemerintah Kota Batu tetap mengimbau warga agar selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang), guna meminimalisir risiko penyebaran virus tersebut.
Sumber : diolah dari berbagai sumber