BATU, RADAR BATU - Virus Influenza terdeteksi menyerang wilayah Kota Malang, terutama di Puskesmas Dinoyo. Dinas Kesehatan Kota Malang mengkonfirmasi 15 kasus influenza setelah pemeriksaan Influenza-Like Illness (ILI).
“Di Kota Malang memang ada tiga subtipe. H3N2 ada 10, H1N1 ada empat, dan influenza B Victoria ada satu,” ungkap Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul, mengutip laman RRI (21/9).
Yang menjadi sorotan yakni virus H3N2, yang merupakan subtipe Influenza A, dimana penderita bisa mengalami demam tinggi saat flu dan batuk kering dengan nyeri otot hingga kelelahan ekstrim.
Namun, imunitas tubuh yang lebih kuat bisa mengurangi tingkat keparahan serangannya.
Gejala dari virus ini tidak jauh dari flu biasa. Hanya saja, ketika virus berkembang, penderita dapat mengalami batuk yang lebih parah yang disertai demam dan nyeri badan.
“Gejalanya hampir sama dengan flu biasa. Cuman kalau yang lebih berat itu batuknya nemen, kemudian ada demamnya, badannya sakit semua terutama di kepala,” jelas dr. Husnul, Momentum (21/9).
Menanggapi hal tersebut, Dinkes Kota Malang berharap masyarakat untuk tidak panik dengan adanya virus tersebut. Ia menganjurkan masyarakat agar segera menghubungi fasilitas kesehatan jika ada keluhan serupa.
“Tidak perlu gelisah, galau, atau cemas. Kalau ada keluhan bisa langsung hubungi fasilitas kesehatan,” ujar dr Husnul. “Daya tahan tahan tubuh akan sangat menentukan bagaimana virus ini berkemabang atau tidak di tubuh kita,” imbuhnya, RRI (21/9).
Penyebaran virus H3N2 mudah menular melalui percikan air liur (droplet). Sehingga, Dinkes mengimbau masyarakat tetap melakukan upaya pencegahan, terutama penggunaan masker saat saat di luar rumah.
“Perawatannya karena ini virus, bagaimana mencegah harus persiapkan daya tahan tubuh yang baik, kemudian mengurangi paparan debu, serta pemakaian alat pelindung diri minimal masker diperlukan saat diluar, ketika kumpul dengan komunitas,” ujar Husnul Momentum (21/9).
Sumber : diolah dari berbagai sumber