BATU, RADAR BATU - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak dan sekitarnya terus diperketat. Apel gabungan digelar kemarin (16/9) di Lapangan Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul. Sebanyak 31 personel gabungan yang bertugas memadamkan api juga mendapat pemeriksaan kesehatan gratis.
Apel dipimpin Kapolsek Pujon AKP Rudy Hidajanto. Personel yang terlibat berasal dari unsur TNI, Polri, Polisi Hutan (Polhut), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, dan tenaga kesehatan. Rudy menyampaikan, hingga kemarin masih terpantau titik api di kawasan Gunung Butak dan Kawinajang. Kondisi itu membutuhkan perhatian khusus.
“Kami sebagai petugas yang setiap hari selalu siaga di sekitar lokasi rawan kebakaran harus selalu update situasi,” kata dia. Menurut Rudy, pemantauan diperlukan untuk menentukan langkah pencegahan yang tepat.
Baca Juga: Regenerasi Petani Masih Minim, Hanya 2.500 dari 18.000 Petani Berusia Muda - Radar Batu
Koordinasi dengan instansi terkait juga terus diperkuat berdasarkan data dan fakta di lapangan. “Keselamatan dan perlindungan warga menjadi salah satu tugas kami. Baik masyarakat sekitar yang bekerja di gunung maupun wisatawan pendakian,” ucapnya.
Sementara itu, Ps Kasi Humas Polres Batu Iptu M. Huda Rohman menegaskan, kolaborasi antara TNI, Polri, Polhut, BPBD, tenaga kesehatan, dan relawan menjadi kunci penanganan titik api. Koordinasi itu juga diperlukan untuk meminimalkan risiko terhadap masyarakat.
Baca Juga: BSFF ke-9 Digelar di Kota Batu, 40 Tenant Kuliner Ramaikan Festival - Radar Batu
“Koordinasi harus terus dipertahankan agar setiap pencegahan, mitigasi, hingga perlindungan terhadap warga maupun aktivitas pendakian dapat berjalan terarah, cepat, dan berbasis data akurat di lapangan,” kata Huda. Setelah apel, tim medis memeriksa kesehatan seluruh personel yang berjaga di posko.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah petugas mengalami gangguan kesehatan ringan akibat kelelahan bertugas. Keluhan tersebut meliputi demam, batuk, pilek, tekanan darah rendah atau hipotensi, tekanan darah tinggi atau hipertensi, serta tenggorokan serak. Sebagai dukungan moril dan fisik, tim medis memberikan pengobatan gratis sesuai keluhan masing-masing personel. Layanan tersebut diharapkan membantu menjaga kondisi petugas tetap prima selama menjalankan tugas penanganan karhutla.
Editor : Fajar Andre Setiawan