69 Sapi di Kota Batu Terkena Penyakit LSD

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi Ternak Sapi
Ilustrasi Ternak Sapi

BATU, RADAR BATU - Sebanyak 69 sapi di Kota Batu terserang Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit lato-lato sepanjang semester pertama 2026. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu mengingatkan peternak mewaspadai penularan. Terutama saat mobilitas ternak meningkat.

Kepala Distan-KP Kota Batu Hendry Suseno mengatakan, puluhan sapi tersebut umumnya milik blantik. Kasus ditemukan di Desa Gunungsari, Tlekung, Junrejo, Sumbergondo, Songgokerto, dan Bulukerto. Penyakit LSD ditandai munculnya bentol pada kulit sapi. Gejalanya diawali penurunan nafsu makan dan demam tinggi.

Gejala kemudian berlanjut dengan pembengkakan kaki dan kelenjar. Luka pada kulit juga berpotensi mengalami infeksi bakteri. Penyakit itu disebabkan virus Capripoxvirus yang menyerang sapi dan kerbau. Penularannya melalui serangga, kontak langsung antarter_nak, pakan atau air tercemar, hingga perpindahan ternak yang sakit.

Baca Juga: XXI Bagikan Sejumlah Studio Berstandar Infinity Vision, Siap Tayangkan Avengers Endgame: Encore - Radar Batu

Hendry mengatakan, risiko penularan dapat meningkat saat kemarau. Karena itu, kebersihan kandang dan kondisi kesehatan ternak perlu diperhatikan. “Vaksinasi kini harus diberikan secara mandiri oleh peternak. Pemerintah belum menyediakan vaksinasinya, tetapi mereka bisa meminta pihak puskeswan untuk membantu menyuntikkan,” kata Hendry.

Vaksinasi tersebut dibanderol Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per dosis. Sementara sapi yang sudah terinfeksi masih dapat disembuhkan. Hal itu bergantung pada daya tahan tubuh ternak. Asupan pakan yang cukup diperlukan untuk membantu memperkuat sistem imun.

Selain menjaga kebersihan kandang dan memberikan pakan serta vitamin secara rutin, peternak diminta memperhatikan lalu lintas ternak. Perpindahan sapi sakit berpotensi mempercepat penyebaran LSD. Hendry menambahkan, produk olahan dari sapi yang terinfeksi LSD tetap dapat dikonsumsi setelah diproses dengan baik.

Editor : Fajar Andre Setiawan
penyakit lato-lato Penyakit Sapi Kesehatan Ternak LSD sapi