BUMIAJI, RADAR BATU - Puskesmas Bumiaji kesulitan menampung kendaraan pasien dan pegawai karena keterbatasan lahan parkir. Padahal, fasilitas kesehatan tingkat pertama itu melayani warga dari sembilan desa. Kunjungan pun diperkirakan mencapai 80 pasien setiap hari.
Kepala Puskesmas Bumiaji dr Kartini Kristalina mengatakan, persoalan paling terasa pada parkir kendaraan roda empat. Lahan yang tersedia saat ini tidak lagi memadai menampung volume kendaraan. “Namun, mau ditambah juga sulit, karena memang tidak ada lahan yang tersedia untuk parkir,” ucapnya.
Puskesmas Bumiaji menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) dengan pelayanan kesehatan berbasis beberapa klaster. Klaster 1 menangani administrasi, klaster 2 ibu dan anak, serta klaster 3 orang dewasa dan lansia. Sementara, klaster 4 menangani penyakit menular dan layanan lintas klaster.
Cakupan layanan tersebut membuat aktivitas di puskesmas cukup tinggi. Sekitar 80 pasien datang setiap hari. Mayoritas menggunakan kendaraan pribadi. Keterbatasan lahan membuat kendaraan terkadang harus parkir di area luar pagar. Termasuk di pinggir jalan. Kondisi itu berpotensi menimbulkan kesemrawutan arus kendaraan.
Pihak puskesmas mengandalkan bantuan unsur Perlindungan Masyarakat (Linmas) setempat. Tujuannya untuk mengatur keluar-masuk kendaraan. Terutama kendaraan pasien dan pengunjung yang parkir di luar area puskesmas.
“Untuk pegawai sendiri, yang paling kurang itu tempat parkir untuk kendaraan roda empat. Kadang kami sampai memanfaatkan area pinggir jalan,” kata Kartini. Dia berharap keterbatasan tersebut tidak mengganggu pelayanan kesehatan. Sebab, Puskesmas Bumiaji tetap menjadi salah satu pusat layanan kesehatan bagi warga dari sembilan desa.
Editor : Fajar Andre Setiawan