Dinkes Kota Batu Kejar 399 Temuan TBC hingga Akhir Tahun

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 18:00 WIB
CEK KESEHATAN: Warga mengikuti cek kesehatan gratis (CKG) untuk deteksi dini TBC. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)
CEK KESEHATAN: Warga mengikuti cek kesehatan gratis (CKG) untuk deteksi dini TBC. (INDAH MEI YUNITA/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu masih harus menemukan 399 pasien Tuberkulosis (TBC) terkonfirmasi hingga akhir 2026. Jumlah itu untuk memenuhi target 589 temuan sepanjang tahun. Hingga triwulan kedua, baru 190 pasien terkonfirmasi. Kasus tersebut ditemukan melalui skrining TBC yang kini diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batu dr Ichang Sarrazin mengatakan, percepatan penemuan penting dilakukan. Tujuannya agar pasien segera mendapat pengobatan. Selain itu, sekaligus memutus rantai penularan TBC. “Kami ditarget menemukan 589 pasien terkonfirmasi TBC tahun ini,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Bakteri TBC mudah menular melalui bersin, batuk, berbicara, dan kontaminasi cairan lainnya. Karena itu, penemuan kasus secara dini menjadi salah satu kunci eliminasi TBC 2030. Untuk mengejar target tersebut, Dinkes akan menggelar CKG plus TBC di 42 lokasi hingga akhir tahun. Kegiatan itu menggandeng Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karsa Husada dan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA).

Baca Juga: Timnas Basket Indonesia Tatap Asian Games 2026, Roster Final Segera Diumumkan - Radar Batu

Lokasi skrining ditentukan berdasarkan kantong-kantong TBC di Kota Batu. Sasarannya tidak hanya warga yang memiliki kontak langsung dengan pasien TBC. Skrining juga dilakukan di wilayah yang belum pernah ditemukan kasus. “Setiap lokus, kami target ada 100 warga yang mengikuti kegiatan dan kami berharap bisa menemukan suspek TBC untuk peningkatan eliminasi,” kata pejabat eselon III B Pemkot Batu itu.

Peserta skrining terlebih dahulu diperiksa tekanan darah dan kadar gula. Sebab, rata-rata penderita TBC memiliki kadar gula di atas normal. Jika ditemukan kadar gula tinggi disertai batuk kering atau berdahak dalam waktu lama, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan rontgen paru-paru.

Warga dan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas diwajibkan menggunakan masker selama pemeriksaan. Apabila hasil rontgen menunjukkan gejala TBC, warga akan menjalani pemeriksaan dahak dan tes tuberkulin. Pasien yang dinyatakan positif akan diberikan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang harus dikonsumsi rutin sedikitnya selama enam bulan.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Pasien TBC dinas kesehatan dinkes tbc CKG