Tiga Anak Kota Batu Terkena Campak

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 01:34 WIB
Imunisasi MR penting dilakukan pada anak guna cegak penularan campak. (Freepik)
Imunisasi MR penting dilakukan pada anak guna cegak penularan campak. (Freepik)

BATU, RADAR BATU - Tiga anak di Kota Batu terkonfirmasi campak sepanjang Januari-Juni 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu memperkuat skrining dan pelacakan kontak karena penyakit tersebut mudah menular melalui saluran pernapasan.

Pemegang Program Imunisasi Dinkes Kota Batu Adi Koesaini mengatakan setiap kasus langsung ditindaklanjuti dengan pelacakan epidemiologi. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap pasien, tetapi juga orang yang memiliki kontak erat.

“Bagi yang kontak erat dengan pasien campak, kami berikan vitamin A untuk pencegahan,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Bumiaji dr Kartini Kristalina mengatakan potensi penularan campak cukup tinggi. Masa paling menular terjadi menjelang munculnya ruam hingga beberapa hari setelahnya.

Baca Juga: Harga Daging Sapi di Kota Batu Tembus Rp 150 Ribu - Radar Batu

“Waktu potensi penularan terbesar yaitu empat hari sebelum muncul bintik kemerahan dan empat hari sesudah muncul bintik kemerahan,” jelasnya.

Gejala campak biasanya diawali demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Setelah itu, muncul ruam yang umumnya bermula dari wajah atau belakang telinga dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Skrining dilakukan untuk menemukan kasus lebih awal. Di Kecamatan Bumiaji, Dinkes menemukan 12 suspek campak. Namun, seluruhnya belum dinyatakan positif.

Baca Juga: Lima Anak Kota Batu Terjangkit PD3I - Radar Batu

Kartini mengatakan kondisi penderita juga dipengaruhi status gizi dan daya tahan tubuh. Pada anak, campak dapat menimbulkan komplikasi seperti diare, pneumonia, infeksi telinga, hingga kejang demam. Radang otak juga dapat terjadi meski relatif jarang.

Pencegahan tidak hanya dilakukan melalui imunisasi. Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika sakit, serta menghindari kontak dengan penderita.

Ventilasi rumah juga perlu diperhatikan agar sirkulasi udara berjalan baik. Anak yang memiliki kontak dekat dengan penderita perlu segera diperiksa sesuai indikasi.

Temuan tiga kasus campak tersebut menjadi pengingat pentingnya imunisasi. Dinkes terus mendorong orang tua memastikan anak mendapat imunisasi sesuai jadwal agar perlindungan terhadap penyakit menular tetap optimal.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Skrining Kesehatan Penularan dinas kesehatan dinkes kesehatan