BATU, RADAR BATU - Selama Januari hingga Juli 2026, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu telah menyuntikkan 12.454 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Alokasi awalnya sebanyak 12.500 dosis. Artinya, realisasi vaksinasi tersebut nyaris menyentuh angka sempurna 100 persen.
Vaksinasi menyasar hewan berkuku belah, meliputi 8.703 sapi perah, 2.502 sapi potong, 8.435 kambing, dan 6.898 domba. Kepala Distan-KP Kota Batu Hendry Suseno mengaku telah mengambil tambahan alokasi 8.000 dosis vaksin tahap ketiga dari Pemprov Jatim. Dengan tambahan itu, target vaksinasi tahun ini mencapai 20.500 dosis.
“Tambahan vaksin ini penting untuk menjaga kekebalan ternak sekaligus mencegah kemunculan kembali kasus PMK,” ujar Hendry. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan dengan sistem jemput bola melalui kelompok peternak. Distan-KP melibatkan Petugas Pelapor Desa (Pelsa) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Baca Juga: Realisasi Vaksin PMK di Kota Batu Capai 32,7 Persen
Hal itu dilakukan agar layanan menjangkau seluruh wilayah. Hendry menjelaskan dosis kedua diberikan satu bulan setelah vaksin pertama. Kemudian, diulang setiap enam bulan sekali.
Selain vaksinasi, Pelsa juga menjadi jalur pelaporan cepat apabila peternak menemukan ternaknya mengalami gangguan kesehatan. “Peternak cukup melapor melalui grup desa, kemudian tim medis dan paramedis akan turun melakukan pemeriksaan,” katanya.
Sementara itu, Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Kota Batu drh. Utami Kurniawati memastikan PMK saat ini sudah nol kasus aktif. Dari total 91 kasus yang tercatat sejak awal tahun, seluruh ternak telah dinyatakan sembuh. Kasus terakhir ditemukan pada Juni lalu.
Baca Juga: Kuota Vaksin PMK dari Pemerintah Pusat Dipangkas
Meski demikian, Utami mengingatkan masih ada sejumlah tantangan. Terutama masuknya ternak dari luar daerah pasca-Idul Adha. Di antaranya dari Kabupaten Malang, Jombang, Blitar, dan Mojokerto. Selain itu, sebagian peternak masih enggan mengikuti vaksinasi. Sementara, ternak yang sedang sakit juga belum dapat divaksin.
Pengawasan lalu lintas ternak terus diperketat. Sebab, Kota Batu menjadi daerah pengirim kambing dan domba. Vaksinasi diprioritaskan bagi ternak pendatang dan anak ternak yang baru lahir untuk mencegah penularan. “Agar benar-benar bebas PMK, vaksinasi harus dilakukan rutin dua kali setahun selama lima tahun,” pungkas Utami. (kr2/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan